Ngeri! Jembatan Gantung Putus Saat Dilintasi, Pemotor Berjatuhan ke Sungai

Insiden itu terjadi saat lima sepeda motor melintas bersamaan.

SUKABUMI – Pagi warga di Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, mendadak panik. Jembatan gantung Soliwangi di Kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, ambruk, Kamis (2/4) sekitar pukul 06.30 WIB.

Insiden itu terjadi saat lima sepeda motor melintas bersamaan di atas jembatan sepanjang 50 meter tersebut. Tiba-tiba, tali seling penopang bagian atas putus. Jembatan langsung miring ke kanan sebelum akhirnya ambles.

Akibatnya, empat sepeda motor berikut pengendaranya terjun ke aliran Sungai Cibugel. Satu motor lainnya tersangkut di badan jembatan yang nyaris roboh.

Beberapa pemotor masih tersangkut di jembatan yang ambruk. Foto: Istimewa.

“Awalnya ada beberapa motor lewat bersamaan. Tiba-tiba jembatan goyang, lalu ambruk,” ujar Sihabudin, salah satu saksi di lokasi.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak cepat. Dengan perahu sederhana, mereka mengevakuasi para korban dari sungai. Proses penyelamatan berlangsung dramatis, mengingat arus sungai cukup deras.

Baca juga: Niat Pulang Liburan Berujung Duka, Ibu Dua Anak Tewas Terlindas Truk di Cibadak

Lima korban yang jatuh diketahui masing-masing Dera (30), Sumarni (27), Dinda (6), Tutang (42), dan Fitri (35). Seluruhnya mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke Puskesmas Tegalbuleud.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Petugas dari BPBD bersama unsur Forkopimcam langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pengamanan. Warga juga diimbau tidak lagi menggunakan jembatan tersebut karena berpotensi membahayakan.

Baca juga: Ada Luka di Tubuh, Lansia Tewas di Susukan Warudoyong ini Kata Polisi !

Diduga kuat, jembatan tidak mampu menahan beban kendaraan yang melintas bersamaan. Padahal, jembatan tersebut baru direhabilitasi dan diresmikan pada September 2022 oleh Pangdam III/Siliwangi.

Kini, aktivitas warga yang sebelumnya bergantung pada jembatan tersebut terpaksa dialihkan. Untuk sementara, akses penyeberangan menggunakan perahu milik warga setempat.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius soal daya tahan infrastruktur di wilayah rawan. Terutama jembatan gantung yang masih menjadi urat nadi mobilitas warga pedesaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *