METROSUKABUMI.com – Solidaritas Independen Mahasiswa dan Pemuda Utilitarianisme (SIMPUL) Sukabumi menggelar aksi damai di depan kantor BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Kamis (7/5). Massa menuntut keterbukaan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), termasuk mempertanyakan mangkraknya pembangunan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Bebeza.
Aksi tersebut dipicu meningkatnya keresahan publik terhadap proyek pembangunan RSB Bebeza yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kejelasan penyelesaian. Padahal, fasilitas kesehatan berbasis sosial itu sebelumnya digadang-gadang menjadi pusat layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukabumi.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah poster bertuliskan “Evaluasi BAZNAS Kabupaten Sukabumi” hingga “Ke Mana Aliran Dana Umat?”. Mereka menilai publik berhak mengetahui secara terbuka penggunaan dana umat yang dikelola lembaga tersebut.
Baca Juga: Tower Tanpa SLF Disorot! DPRD Sukabumi Siap Rekomendasikan Sanksi Tegas
Koordinator Presidium SIMPUL Sukabumi, Norman Irawan, menegaskan aksi yang dilakukan bukan bentuk penolakan terhadap zakat maupun lembaga sosial keagamaan. Menurutnya, aksi itu merupakan bentuk kontrol sosial agar pengelolaan dana umat dilakukan secara profesional dan transparan.
“RSB Bebeza tidak boleh menjadi simbol gagalnya transparansi dana umat. Ketika pembangunan mangkrak dan publik tidak mendapatkan penjelasan yang utuh, maka wajar apabila kepercayaan masyarakat mulai dipertanyakan,” tegas Norman dalam orasinya.

Selain menyoroti proyek RSB Bebeza, SIMPUL Sukabumi juga mempertanyakan mekanisme penghimpunan zakat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Massa meminta BAZNAS membuka laporan penghimpunan dan distribusi dana zakat secara berkala kepada masyarakat.
Tak hanya itu, massa juga menyinggung alokasi hibah sekitar Rp6 miliar yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak memunculkan polemik di tengah masyarakat.
Dalam tuntutannya, SIMPUL Sukabumi mendesak adanya evaluasi tata kelola kelembagaan BAZNAS Kabupaten Sukabumi agar pengelolaan dana sosial keagamaan berjalan lebih akuntabel, profesional, dan berpihak kepada masyarakat luas.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. SIMPUL Sukabumi memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui jalur konstitusional demi mendorong keterbukaan informasi publik terkait pengelolaan dana umat di Kabupaten Sukabumi.












