METROSUKABUMI.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sukabumi Raya menyoroti tata kelola pelayanan dan penggunaan anggaran di RSUD Palabuhanratu. Organisasi mahasiswa tersebut menilai besarnya anggaran yang dialokasikan setiap tahun belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Sorotan tersebut disampaikan setelah BEM Nusantara melakukan penelusuran terhadap dokumen Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Tahun Anggaran 2026 serta melakukan observasi langsung di lingkungan rumah sakit.
Menurut Koordinator BEM Nusantara Sukabumi Raya Mahdi , RSUD Palabuhanratu yang hingga kini masih berstatus Rumah Sakit Tipe C merupakan rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat Sukabumi Selatan. Namun, berbagai persoalan pelayanan dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun 2024, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Palabuhanratu mencapai 84,4 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan RSUD Sekarwangi yang mencatat BOR sebesar 73,7 persen.
Meski demikian, RSUD Sekarwangi yang telah berstatus Rumah Sakit Tipe B memiliki kapasitas 365 tempat tidur dengan jumlah pasien keluar sebanyak 32.824 orang. Sementara RSUD Palabuhanratu memiliki 244 tempat tidur dengan jumlah pasien keluar sebanyak 11.241 orang.
Kondisi tersebut dinilai memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan kapasitas layanan kesehatan di wilayah selatan.
Baca Juga : Ngeri! Ibu Rumah Tangga Terperosok ke Selokan di Depan Polsek Cibadak, Kaki Tertancap Besi Berkarat
Berdasarkan data SiRUP Tahun Anggaran 2026 yang ditelusuri BEM Nusantara Sukabumi Raya, RSUD Palabuhanratu mengalokasikan anggaran sekitar Rp9,6 miliar untuk belanja obat-obatan sekaligus pembayaran utang farmasi, Rp6,3 miliar untuk pengadaan alat kedokteran umum, Rp3 miliar untuk bahan habis pakai farmasi, serta Rp2,277 miliar untuk jasa tenaga kebersihan.
Namun, besarnya anggaran tersebut dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam kondisi pelayanan di lapangan.
Dalam hasil observasi, BEM Nusantara Sukabumi Raya mengaku menemukan sejumlah bagian bangunan rumah sakit yang mengalami cat mengelupas, dinding lembap yang diduga berjamur, serta kondisi kebersihan di beberapa titik yang dinilai masih perlu mendapat perhatian.
“Publik tentu berhak bertanya. Rumah sakit yang lebih besar dan sudah berstatus Tipe B memiliki anggaran kebersihan lebih kecil, sementara di RSUD Palabuhanratu kami masih menemukan dinding lembap, cat mengelupas, dan kondisi lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius,” ujar Mahdi kepada awak media, Jumat (10/7/2026).
Baca Juga : SIMPUL Ancam Tempuh Jalur Hukum Jika BPKPD Kota Sukabumi Tak Buka Target Pajak
BEM Nusantara juga membandingkan anggaran jasa kebersihan RSUD Palabuhanratu dengan RSUD Sekarwangi. Berdasarkan data SiRUP, RSUD Palabuhanratu menganggarkan sekitar Rp2,277 miliar untuk jasa tenaga kebersihan, sedangkan RSUD Sekarwangi sekitar Rp1,804 miliar.
Selain persoalan kebersihan, sektor farmasi turut menjadi perhatian. Meski anggaran belanja obat-obatan mencapai Rp9,6 miliar dan mencakup pembayaran utang farmasi, BEM Nusantara mengaku masih menerima informasi adanya pasien yang harus membeli sebagian obat di luar rumah sakit karena stok obat yang dibutuhkan tidak tersedia di instalasi farmasi.
Menurut mereka, kondisi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka oleh manajemen rumah sakit agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai penyebab terjadinya kekosongan obat.
Baca Juga : KAI Kembali Kuasai Aset di Stasiun Cicurug, PN Cibadak Eksekusi Lahan 7.820 Meter Persegi
Tak hanya itu, kualitas pelayanan pendukung juga menjadi sorotan. BEM Nusantara mengungkapkan sebelumnya sempat menerima laporan mengenai makanan pasien yang diduga tidak memenuhi standar pelayanan, termasuk adanya temuan ulat pada menu sayur sop.
BEM Nusantara Sukabumi Raya menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk menyudutkan rumah sakit, melainkan sebagai bentuk dorongan agar tata kelola pelayanan publik semakin baik.
Mereka mendesak manajemen RSUD Palabuhanratu memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat terkait penggunaan anggaran, kondisi pelayanan, pengelolaan kebersihan, hingga sistem pengadaan obat agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Palabuhanratu belum memberikan tanggapan resmi terkait sejumlah temuan dan pernyataan BEM Nusantara Sukabumi Raya. Redaksi akan memperbarui pemberitaan setelah memperoleh hak jawab dari pihak rumah sakit.












