Arus dari Tol Bocimi Membanjiri Cibadak, Antrean Kendaraan Tak Terhindarkan, Polisi Berlakukan One Way

Antrean kendaraan di depan stasiun cibadak. Foto : A Chandra

SUKABUMI – Lonjakan kendaraan dari Exit Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi III membuat arus lalu lintas di wilayah Cibadak lumpuh, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Jalan utama yang menghubungkan kawasan ini menuju Palabuhanratu tidak mampu menampung volume kendaraan yang membludak dari tol, Senin (23/3).

Antrean panjang terlihat sejak pintu keluar tol hingga ke pusat keramaian Cibadak. Kendaraan bergerak merayap dalam waktu lama, memicu keluhan dari pengendara maupun warga setempat yang aktivitas hariannya ikut terganggu.

Sejumlah pengendara mengaku perjalanan yang seharusnya lebih cepat melalui jalur tol justru tersendat saat memasuki jalan arteri di Cibadak. Kemacetan tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi merata di sepanjang jalur utama yang dilalui kendaraan wisatawan.

Selain kendaraan pribadi, kepadatan juga berdampak pada angkutan logistik dan transportasi umum. Distribusi barang tersendat, sementara mobilitas warga lokal ikut melambat akibat arus kendaraan yang terus meningkat.

Untuk mengurai kepadatan, Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di sejumlah titik rawan macet di sepanjang jalur Cibadak menuju gerbang tol.

Baca Juga : Masih Banyak Angkot Ngetem Saat Program Kompensasi, Dishub Sukabumi Ancam Tilang dan Blokir Rekening

Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Arif Saepul Haris, mengatakan kebijakan tersebut bersifat situasional dan diterapkan saat terjadi lonjakan volume kendaraan yang tidak seimbang antara dua arah.

“Jika satu arah mengalami kepadatan tinggi sementara arah lainnya relatif lengang, kami berlakukan CB one way untuk menguras antrean kendaraan,” ujarnya.

Rekayasa lalu lintas biasanya diterapkan dari Simpang Ratu Cibadak hingga Exit Tol Parungkuda, dengan menempatkan personel di setiap persimpangan untuk mengatur arus kendaraan.

Meski sistem satu arah mampu mengurangi kepadatan secara bertahap, tingginya volume kendaraan dari tol membuat antrean tetap sulit dihindari, terutama saat arus wisata dan arus balik berlangsung bersamaan.

Kepadatan yang berulang di kawasan Cibadak menunjukkan ketimpangan antara kapasitas jalan tol yang besar dengan daya tampung jalan nasional di bawahnya. Tanpa peningkatan kapasitas jalan atau penataan lalu lintas yang lebih permanen, wilayah ini berpotensi terus menjadi titik kemacetan setiap kali arus kendaraan menuju Sukabumi selatan meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *