SUKABUMI – Warga Kampung Lebakmuncang, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan jasad seorang petani lanjut usia yang tertimpa pohon bambu di area kebun, Senin (23/3) sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban diketahui bernama Saep (74), warga setempat yang selama ini tinggal seorang diri di rumahnya. Jasadnya pertama kali ditemukan oleh tetangganya, Ruslan (46), saat hendak bersilaturahmi sekaligus mengecek kondisi korban.
Menurut keterangan saksi, sejak Sabtu malam lampu rumah korban terlihat padam. Hal itu membuat Ruslan curiga karena biasanya korban masih beraktivitas di rumah.
“Sekitar pukul 10.00 WIB saya datang ke rumah almarhum, tapi tidak ada. Lalu saya cari ke ladangnya, di sana saya melihat beliau sudah tertimpa bambu dan kondisinya sudah membusuk,” ujar Ruslan di lokasi kejadian.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada warga dan aparat setempat. Petugas dari pos polisi, Puskesmas, pemerintah desa, Satpol PP, serta petugas P2BK Kecamatan Pabuaran segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi.
Baca Juga : Sekolah TK di Ubrug Warungkiara Terbakar, Petugas Damkar Tiba 20 Menit Setelah Laporan
Hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Petugas menduga korban meninggal dunia akibat tertimpa batang bambu yang sebelumnya ditebang sendiri. Dari kondisi jasad, korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
Kepala Desa Pabuaran bersama perangkat desa turut hadir di lokasi untuk membantu proses penanganan dan koordinasi dengan keluarga. Setelah dilakukan identifikasi, jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.
Diketahui, korban telah lama hidup sendiri sejak istrinya meninggal dunia, sementara anaknya tinggal di luar kota. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Mereka juga meminta agar jenazah segera dimakamkan di pemakaman keluarga yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.
Petugas P2BK Pabuaran menyatakan telah melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi dengan aparat desa, kecamatan, TNI-Polri, Satpol PP, dan pihak puskesmas untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga, khususnya yang bekerja di area kebun dan hutan bambu, untuk lebih berhati-hati saat melakukan penebangan, terutama jika dilakukan seorang diri.










