Ruang Kelas SDN Ciganas Ambruk Jelang Ujian Sekolah, 125 Siswa Terpaksa Belajar di Tengah Ancaman Bangunan Rawan

Ruang kelas SDN Ciganas di Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, ambruk jelang ujian sekolah, Minggu (3/5/2026). Foto : Istimewa

METROSUKABUMI.com – Ujian sekolah tinggal hitungan hari. Namun yang dihadapi siswa SDN Ciganas, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, justru ancaman keselamatan. Satu ruang kelas ambruk, sementara satu lainnya mengkhawatirkan dan berpotensi roboh kapan saja.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu pagi (3/5) sekitar pukul 07.30 WIB. Suasana yang semula tenang mendadak berubah menjadi kepanikan setelah bangunan tua itu runtuh.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kondisi sekolah kini jauh dari kata aman.

Kepala SDN Ciganas, Tati, mengungkapkan bahwa bangunan yang ambruk memang sudah lama dalam kondisi rusak berat.

Baca Juga: Dua Kelas Ambruk di Ciambar, Kadisdik Pastikan Ujian Tetap Jalan Meski Darurat

“Yang ambruk itu satu lokal. Satu lagi kondisinya sudah sangat rawan, seperti tertarik dan bisa roboh juga,” ujarnya.

Ironisnya, kejadian ini terjadi tepat menjelang pelaksanaan Ujian Sekolah (USP). Seluruh persiapan sebenarnya sudah rampung.

“Persiapan ujian sudah beres. Alhamdulillah masih ada ruang kelas yang bisa digunakan, jadi ujian tetap berjalan,” tambahnya.

Bangunan sekolah tersebut diketahui berdiri sejak 1981 dan direlokasi pada 1990. Hingga kini, belum pernah mendapat perbaikan signifikan.

Satu unit gedung terdiri dari enam ruang kelas dan satu ruang guru, yang digunakan oleh sekitar 125 siswa. Kondisi ini membuat aktivitas belajar mengajar berada dalam situasi yang mengkhawatirkan.

Ruang kelas SDN Ciganas di Kecamatan Ciambar  ambruk. Foto : Metrosukabumi.com

Kepala Desa Munjul, Ujang Aos, memastikan penyebab ambruknya bangunan bukan karena cuaca ekstrem.

“Setelah kami cek bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat, penyebabnya murni karena material bangunan yang sudah tua dan lapuk,” jelasnya.

Sebagai langkah darurat, pihak desa bersama sekolah langsung mengamankan berbagai aset penting, termasuk meja, kursi, dan perlengkapan ujian.

Baca Juga: Jembatan Penghubung Dua Kampung di Nagrak Amblas Diterjang Hujan, Akses Warga Terputus Total

Selain itu, rencana gotong royong bersama orang tua siswa dan komite sekolah juga akan dilakukan untuk mengurangi risiko.

“Kami akan menurunkan genteng dari bangunan yang masih rawan. Untuk sementara, ujian tetap menggunakan ruang yang masih layak,” tambah Ujang.

Di tengah keterbatasan, semangat belajar siswa tetap menyala. Namun, pihak sekolah berharap ada perhatian serius dari pemerintah.

“Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman. Semoga segera ada perbaikan,” pungkas Tati.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *