METROSUKABUMI.com – Di tengah kepanikan akibat ambruknya dua ruang kelas, secercah kepastian datang. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, turun langsung ke lokasi SDN Ciganas, Kecamatan Ciambar, Minggu (3/5).
Bangunan yang roboh itu bukan sekadar rusak, melainkan sudah lama “menunggu runtuh”. Kombinasi struktur lapuk dan hujan deras beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama ambruknya ruang kelas tersebut.
“Memang kondisi bangunan sudah tidak layak. Ditambah hujan lebat, akhirnya tidak kuat menahan beban,” ujar Deden saat peninjauan.
Dua ruang kelas yang terdampak diketahui digunakan siswa kelas 1 dan 2. Beruntung, insiden terjadi saat sekolah dalam kondisi kosong, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun persoalan tak berhenti di reruntuhan. Aktivitas belajar dan pelaksanaan ujian langsung terdampak.
Dinas Pendidikan memastikan kegiatan ujian tetap berlangsung. Siswa kelas 6 yang akan menghadapi ujian dialihkan ke ruang kelas lain yang masih aman. Sementara sebagian siswa terpaksa belajar di mushola akibat keterbatasan ruang.
Langkah darurat ini diambil agar proses pendidikan tidak terhenti meski dalam kondisi serba terbatas.
Deden menegaskan, SDN Ciganas sebenarnya sudah masuk daftar prioritas pembangunan sebelum kejadian ini. Bahkan, rencana perbaikan tidak hanya untuk satu kelas, melainkan keseluruhan bangunan sekolah.
Baca Juga: Balita Tewas Tercebur Septic Tank Gegerbitung Sukabumi, Lubang 2 Meter Tanpa Penutup
“Insya Allah tahun ini kita bangun kembali, baik melalui program pusat maupun dukungan APBD,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan, sebelumnya sekolah tersebut sempat mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon, yang memperparah kondisi struktur bangunan.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi kondisi infrastruktur pendidikan di Sukabumi. Sejumlah sekolah dilaporkan mengalami kerusakan akibat usia bangunan yang sudah tua dan minim pemeliharaan.
Disdik pun mengimbau seluruh sekolah untuk lebih waspada, terutama di tengah cuaca ekstrem.













Respon (1)