METROSUKABUMI.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek S Deyang, menyoroti kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nyelindung Mekarsari, Kabupaten Sukabumi. Temuan itu muncul saat sidak acak yang dilakukan bersama tim pada Rabu Malam (6/5).
Naniek menyebut Sukabumi dipilih karena kerap muncul persoalan, mulai dari gangguan pencernaan hingga temuan ulat dan belatung dalam makanan.
Di lokasi, tim mendapati proses persiapan makanan yang tidak layak. “Sayuran dipotong di lantai area persiapan. Ini jelas berisiko terhadap higienitas,” ujarnya dikutip dari media sosial sidakbgn.com.
Selain itu, proses pemotongan disebut dilakukan dekat area pemorsian, sehingga berpotensi memicu kontaminasi makanan, termasuk masuknya kotoran atau hama ke dalam ompreng.
Dapur yang memproduksi sekitar 3.400 porsi MBG itu juga dinilai minim fasilitas. Hanya terdapat satu AC, sementara ruang penting seperti gudang dan pemorsian tidak dilengkapi pendingin.
Tak hanya itu, dapur disebut tidak memiliki chiller, ruang penyimpanan alat, hingga fasilitas dasar karyawan. Pencucian ompreng bahkan dilakukan di ruang terbuka.
“Dengan fasilitas seperti ini, sulit menjamin standar keamanan pangan,” tegas Naniek.
Ia juga menyoroti pengolahan bahan makanan. Tanpa chiller, ayam yang telah dicuci langsung dimarinasi, sehingga berisiko terhadap pertumbuhan bakteri.
Naniek menegaskan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius. Mengingat dapur MBG memproduksi ribuan porsi setiap hari, standar kebersihan dan SOP wajib dipenuhi.
“Jangan sampai program baik justru bermasalah di lapangan,” tandasnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pengelola dapur maupun pihak terkait.












