METROSUKABUMI.com – Gelombang protes terhadap pengelolaan dana umat kembali mencuat. Gerakan Pemantau Amanah (GEMA) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Senin (11/5).
Massa menyuarakan tuntutan transparansi dan audit independen terkait proyek pembangunan rumah sehat yang dikelola lembaga tersebut.
GEMA menilai hingga saat ini publik belum mendapatkan penjelasan terbuka mengenai progres pembangunan rumah sehat, termasuk sumber anggaran dan penggunaan dana yang telah digelontorkan.
Koordinator aksi menyebut, keterbukaan informasi menjadi hal krusial mengingat dana yang digunakan bersumber dari masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan donasi publik lainnya.
“Dana umat harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Kami mendesak BAZNAS Kabupaten Sukabumi menyampaikan laporan terbuka kepada publik,” tegasnya.
Dalam tuntutannya, GEMA juga meminta dilakukan audit independen terhadap proyek pembangunan rumah sehat. Hal ini untuk memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.
Selain itu, massa aksi menuntut adanya transparansi penuh dari seluruh pihak yang terlibat, baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan proyek. Mereka juga mendorong agar proses pemaparan anggaran dilakukan secara terbuka bahkan disiarkan secara langsung dengan melibatkan media massa.
Tidak hanya itu, GEMA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal penggunaan dana umat agar benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan sosial secara luas.
Massa juga menyoroti perlunya keterbukaan terkait besaran dana yang dihimpun dalam dua tahun terakhir, baik dari ASN maupun masyarakat umum, serta kejelasan alokasinya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak BAZNAS Kabupaten Sukabumi terkait tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi tersebut.












