METROSUKABUMI.com – Video bentrokan antar kelompok yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, viral di media sosial. Insiden yang terjadi pada Selasa (22/9/2026) sore itu membuat situasi di sekitar Jalan Raya Sukabumi-Cianjur sempat menjadi perhatian warga dan pengguna jalan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur KM 13,6, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, tepatnya di sekitar depan SPBE PT Pertamina Trading.
Kepolisian menyebut bentrokan tersebut melibatkan dua kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas). Lima orang dari pihak yang terlibat kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Baca Juga : Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Sukabumi Cari Solusi Jaga UHC
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli mengatakan, bentrokan diduga bermula dari pertemuan yang awalnya dimaksudkan untuk menyelesaikan persoalan secara damai.
“Para pelaku dan korban sebelumnya sempat berjanji akan menyelesaikan suatu permasalahan. Namun, saat pertemuan berlangsung, tidak ada titik temu hingga terjadi cekcok mulut dan berujung aksi saling bacok,” kata Ade Ruli kepada awak media, Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan penyelidikan sementara polisi, persoalan tersebut bermula pada Sabtu (19/9/2026). Saat itu, seorang pria berinisial R disebut sempat diberhentikan seseorang berinisial A alias J di kawasan pangkalan ojek PT Pratama.
Setelah kejadian tersebut, pihak berinisial H kemudian menghubungi R untuk mengatur pertemuan guna menyelesaikan persoalan tersebut.
Pertemuan akhirnya berlangsung pada Selasa sore di wilayah Sukalarang. Namun, proses yang semula diharapkan menjadi mediasi justru memanas.
Baca Juga : Kebakaran Cibadak Sukabumi: 4 Rumah Terbakar, Korban Kini Butuh Material Atap
Kedua kelompok terlibat cekcok hingga berujung kekerasan. Polisi menyebut salah seorang korban berinisial N (30) diduga melakukan serangan terhadap H (29), yang kemudian memicu aksi balasan dari kelompok lainnya.
Akibat kejadian tersebut, terdapat pihak yang mengalami luka. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Hartono memastikan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi secara menyeluruh sekaligus mencari pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Sedang berjalan penyelidikan, peristiwa terjadi kemarin,” kata Hartono.
Baca Juga : Mahasiswa Geruduk Disdik Kabupaten Sukabumi, Soroti Kekerasan Anak hingga Transparansi Anggaran
Sementara itu, polisi telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Pemeriksaan terhadap para saksi dan pihak yang diamankan masih berlangsung. Polisi juga masih mendalami peran masing-masing orang dalam insiden tersebut.
Di sisi lain, video kejadian yang beredar luas di media sosial sebelumnya menimbulkan dugaan keterlibatan salah satu organisasi masyarakat. Namun, Sekretaris Cabang 1 DPC GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi, Sep Radi Priadika, membantah bahwa pihak yang terlibat dalam video tersebut merupakan anggota organisasinya.
“Mengenai video yang beredar, kami sudah mengonfirmasi di lapangan, dan memastikan itu bukan anggota kami atau organisasi GRIB Kab. Sukabumi,” ujar Sep Radi Priadika.
Polisi hingga kini masih mendalami perkara tersebut. Masyarakat diminta tidak menarik kesimpulan hanya berdasarkan video yang beredar sebelum hasil penyelidikan kepolisian selesai.












