Puting Beliung Mengamuk di Caringin Sukabumi! Atap Rumah Terbang, Kerugian Rp100 Juta

Puting beliung menyebabkan kerusakan atap rumah warga di Caringin Kulon Sukabumi.
Atap rumah warga di Kampung Caringin Pasir, Desa Caringin Kulon, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, rusak akibat terjangan angin puting beliung, Jumat (6/11/2026) sore. (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Hujan deras disertai angin kencang memicu bencana puting beliung di Kampung Caringin Pasir, RT 09/RW 03, Desa Caringin Kulon, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/11/2026) sore.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.10 WIB itu menyebabkan atap sejumlah rumah warga rusak setelah material baja ringan dan genting beterbangan akibat terjangan angin kencang.

Berdasarkan data sementara, dua rumah terdampak dengan total empat kepala keluarga (KK) atau 14 jiwa. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Caringin, Usman, mengatakan peristiwa bermula ketika hujan deras disertai angin melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Caringin sekitar pukul 14.30 WIB.

“Angin kencang menyebabkan atap rumah milik warga terangkat dan materialnya menimpa rumah yang berada di belakangnya. Akibatnya, beberapa bagian atap rumah mengalami kerusakan,” ujar Usman.

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan dari perangkat desa, petugas P2BK langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta unsur terkait.

Dampak kejadian tersebut membuat sejumlah penghuni rumah terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat. Warga bersama pemilik rumah juga melakukan pembersihan material bangunan serta mengamankan barang-barang berharga.

“Untuk sementara, pemilik rumah mengungsi ke rumah saudara. Selanjutnya, warga akan bergotong royong membantu perbaikan atap rumah yang terdampak,” jelasnya.

Sementara itu, kerugian materi akibat kerusakan atap berbahan baja ringan dan genting pasir ditaksir mencapai Rp100 juta. Namun, nilai kerugian keseluruhan masih dalam proses pendataan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *