Drainase Jebol Diterjang Hujan Deras, Tiga Rumah di Parungkuda Sukabumi Rusak

Pembersihan lumpur akibat banjir dari drainase jebol yang merusak tiga rumah warga di Parungkuda Sukabumi.
Material lumpur yang masuk ke rumah akibat banjir di Kampung Gang Metro, Desa Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (3/11/2026) sore, mengakibatkan banjir akibat luapan drainase yang jebol di Kampung Gang Metro, Desa Parungkuda.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.15 WIB itu menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dinding. Air bercampur material lumpur masuk ke dalam rumah setelah meluap dari saluran drainase.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, sedikitnya empat kepala keluarga (KK) atau sembilan jiwa terdampak kejadian tersebut.

Baca Juga : Satpol PP Sidak Lapak Oleh-Oleh Pamuruyan, Bangunan di Atas Drainase Disorot

Anggota Tagana Kecamatan Parungkuda, Dede Setiawan, mengatakan banjir dipicu tingginya intensitas hujan yang menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung aliran air hingga akhirnya jebol.

“Air membawa material lumpur masuk ke rumah warga. Akibatnya, tiga rumah mengalami kerusakan pada bagian dinding,” ujar Dede.

Pasca kejadian, petugas bersama perangkat Desa Parungkuda, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan gabungan, serta masyarakat langsung melakukan asesmen dan penanganan di lokasi.

Baca Juga : Colt Mini Jurusan Parungkuda-Kalapanunggal Terbakar, Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit

Hingga Rabu (4/11/2026), warga bersama pegawai Perum BMI 6 masih bergotong royong membersihkan sisa material lumpur yang masuk ke dalam rumah.

Desember mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam waktu cukup lama.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem pada musim penghujan. Jika terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan, segera lakukan langkah antisipasi,” katanya.

Sementara itu, kebutuhan mendesak bagi penanganan dampak bencana tersebut meliputi terpal, karung, material bangunan, serta family kit atau perlengkapan kebutuhan keluarga.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *