Hujan Lima Hari, 25 Rumah di Bantargadung Sukabumi Terdampak Pergeseran Tanah

SUKABUMI – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Bantargadung sejak Minggu (22/2) hingga Jumat (27/2) memicu pergeseran tanah di Kampung Cijambe RT 005 RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.

Peristiwa yang mulai terasa dampaknya sekitar pukul 20.00 WIB itu menyebabkan sedikitnya 25 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat. Tim Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung langsung turun ke lokasi melakukan asesmen dan pemantauan berkala.

“Retakan pada dinding dan lantai rumah warga terus bertambah luas selama masa pemantauan dari Senin hingga Jumat,” ujar P2BK Bantargadung, Sihabudin, dalam laporan tertulisnya.

Data sementara mencatat, 14 rumah mengalami rusak ringan. Enam rumah lainnya rusak sedang. Sementara lima rumah dilaporkan rusak berat dan penghuninya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Selain itu, satu pondok pesantren dengan 20 jiwa santri turut terdampak dalam kategori rusak berat.

Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada satu RT. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, warga diminta tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih mendung dan berpotensi terjadi hujan susulan.

Baca juga : Angin Kencang Robohkan Pohon Kelapa, Tim Gabungan Sigap Evakuasi Rumah Warga di Nagrak

P2BK Bantargadung telah berkoordinasi dengan perangkat desa, pihak kecamatan, unsur Koramil dan Polsek setempat. Petugas juga memberikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Menurut laporan awal, pergeseran tanah dipicu hujan yang turun terus-menerus dalam beberapa hari terakhir sehingga kondisi tanah menjadi labil.

Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah pengkajian kondisi tanah guna memastikan tingkat kerawanan dan langkah mitigasi lanjutan.

P2BK menegaskan data yang disampaikan masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

“Pemantauan terus kami lakukan secara kontinu dan berkala. Jika ada tambahan data terbaru, akan segera kami laporkan kembali,” tutup Sihabudin.

Sementara itu, masyarakat diimbau segera melapor ke aparat setempat atau Call Center BPBD Kabupaten Sukabumi apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan seperti retakan baru atau amblesan di sekitar permukiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *