Kapolres Sukabumi Pastikan Zona Bencana Tanah Bergerak Cijambe Steril, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Tanah di kawasan tersebut masih mengalami pergerakan sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat.

SUKABUMI – Aparat kepolisian memastikan lokasi bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi masih dalam kondisi berbahaya. Warga yang rumahnya berada di zona terdampak diminta tidak kembali ke lokasi.

Kapolres Sukabumi, Samian, turun langsung meninjau area bencana pada Kamis (5/3/2026). Dari hasil pengecekan di lapangan, tanah di kawasan tersebut masih mengalami pergerakan sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat.

“Setelah kami cek langsung, kondisi tanah masih labil dan masih bergerak. Karena itu kami memastikan tidak ada masyarakat yang pulang pergi ke lokasi untuk mengambil barang atau sekadar melihat-lihat karena sangat berbahaya,” tegas Samian di lokasi.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, polisi melakukan pembatasan akses menuju kawasan terdampak. Personel juga ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memastikan tidak ada warga yang nekat memasuki area rawan.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian saat meninjau lokasi pergerakan tanah di Cijambe Bantargadung. Foto: Istimewa.

Pengamanan dilakukan bersama jajaran Polsek Warungkiara yang dipimpin Kapolsek AKP H. Retno Panji Setiaji. Aparat berjaga selama 24 jam guna menjaga situasi tetap aman.

Selain pengamanan kawasan, kepolisian juga berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memutus aliran listrik di beberapa titik yang paling terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan untuk menghindari risiko bahaya tambahan.

Di sisi lain, perhatian juga difokuskan pada kondisi warga yang kini berada di pengungsian. Kapolres memastikan kebutuhan dasar para korban bencana tetap terpenuhi.

“Kami pastikan masyarakat yang mengungsi mendapatkan pelayanan terbaik, mulai dari tempat tinggal sementara hingga kecukupan bahan makanan,” jelasnya.

Polres Sukabumi juga menyalurkan bantuan logistik yang berasal dari Kapolda Jawa Barat untuk membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi telah membuka dapur umum lapangan guna memenuhi kebutuhan konsumsi para korban. Pihak kepolisian turut membantu penyediaan bahan kebutuhan dapur.

Baca juga : Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Bantar Gadung, Pohon Tumbang Timpa Motor Pegawai Bank

Kapolres kembali mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri kembali ke rumah dalam waktu dekat. Pasalnya, potensi pergerakan tanah susulan masih bisa terjadi.

“Kami mengimbau masyarakat yang mengungsi agar tidak kembali mengecek rumahnya dulu karena kondisi masih rawan. Jika terjadi pergerakan tanah kembali tentu akan sangat membahayakan,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran warga atas barang-barang yang tertinggal di rumah, pihak kepolisian memastikan kawasan terdampak dijaga ketat oleh aparat.

“Untuk barang-barang warga, kami sudah menempatkan personel untuk melakukan penjagaan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *