SUKABUMI – Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi sejak dini hari, Minggu (8/3) menyebabkan jalan lingkungan di Kampung Bojongkuring, Desa Cibadak amblas. Jalan tersebut merupakan akses penghubung antar kampung yang biasa dilalui warga untuk aktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak menuju sekolah.
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Hujan yang turun sejak dini hari membuat tanah di bawah badan jalan terkikis aliran air hingga akhirnya mengalami amblesan.
Lokasi kejadian berada di Kampung Bojongkuring RT 02 RW 26 yang menjadi akses penghubung menuju Kampung Bojongjagal RT 04 RW 02, Desa Cibadak, Kecamatan Cibadak.
Petugas BPBD mencatat, jalan tersebut merupakan jalur lingkungan yang cukup vital bagi warga. Selain digunakan untuk mobilitas masyarakat sehari-hari, akses itu juga kerap dilalui anak-anak menuju sekolah.
“Curah hujan yang mengguyur wilayah Cibadak sejak dini hari menyebabkan tanah di bawah badan jalan terkikis aliran air sehingga jalan lingkungan mengalami amblas,” ujar petugas P2BK Kecamatan Cibadak, M Mawaldi kepada metrosukabumi.com, Minggu malam (8/3).
Baca juga : Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi Makin Parah, Amblasan 8 Meter, BPBD Minta Warga Menjauh
BPBD Kabupaten Sukabumi saat ini terus melakukan pemantauan kondisi wilayah melalui jaringan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), media sosial, serta komunikasi radio kebencanaan.
Selain itu, pemantauan titik rawan bencana juga dilakukan melalui aplikasi kebencanaan milik BNPB seperti InaRisk, InaSafe, dan InaWare guna mengantisipasi potensi kejadian serupa di wilayah lain.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan cuaca terbaru, kondisi wilayah Sukabumi pada Minggu malam berada dalam kondisi berawan dengan suhu udara sekitar 23 derajat celcius, kelembapan mencapai 92 persen, serta kecepatan angin sekitar 2,8 kilometer per jam dari arah timur laut.
Di sisi lain, Kecamatan Bantargadung masih berada dalam status tanggap darurat bencana yang meliputi Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling akibat pergerakan tanah yang terjadi sebelumnya.
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu longsor maupun pergerakan tanah.










