METROSUKABUMI.com – Warga Kabupaten Sukabumi diminta meningkatkan kewaspadaan. Abu vulkanik akibat meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda dilaporkan telah mencapai wilayah Sukabumi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi pun mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang sekaligus melakukan langkah perlindungan diri dari paparan abu vulkanik.
Abu vulkanik diketahui dapat menimbulkan sejumlah dampak terhadap kesehatan. Mulai dari iritasi mata, gangguan pernapasan seperti ISPA, hingga iritasi pada kulit.
Tak hanya berdampak terhadap kesehatan, keberadaan abu vulkanik juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Sebab, abu dapat menurunkan jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin, terutama ketika bercampur dengan gerimis.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Masker N95 atau masker medis rangkap disarankan sebagai perlindungan tambahan dari paparan abu.
Warga juga diminta menggunakan kacamata untuk melindungi mata, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta memastikan pintu dan jendela rumah tertutup rapat.
Selain itu, masyarakat diminta mengamankan tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu vulkanik. Bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan juga perlu dicuci hingga bersih sebelum dikonsumsi.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik diminta dipantau melalui kanal resmi pemerintah.
Masyarakat dapat mengikuti informasi dari BPBD Kabupaten Sukabumi maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Untuk kondisi darurat, BPBD Kabupaten Sukabumi mencantumkan nomor kontak 022-6325717 dan 0822 4614 5571.













Respon (1)