Dinding Bangunan Ambruk di Nagrak Sukabumi, Pekerja Terjepit Reruntuhan Selama Hampir Dua Jam

gabungan BPBD, Damkar, TNI, Polri, relawan dan warga melakukan evakuasi terhadap Syaripudin (42), pekerja bangunan yang terjepit reruntuhan dinding saat proyek pelebaran bangunan di Kampung Sinagar, Desa Nagrak Utara, Jumat (23/5). (Foto : Metrosukabumi.com)

METROSUKABUMI.com – Seorang pekerja bangunan mengalami kecelakaan kerja saat mengerjakan proyek pelebaran bangunan di Kampung Sinagar, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

Korban diketahui bernama Syaripudin (42), warga Desa Palasarihilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Ia mengalami cedera setelah kedua kakinya terjepit material bangunan akibat runtuhnya dinding di lokasi pekerjaan.

Informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban tengah mengikat besi pondasi. Namun secara tiba-tiba dinding bangunan yang berada di atas area kerja ambruk dan menimpa bagian bawah tubuh korban. Karena terjadi mendadak, korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Winda Tri Sutrisno mengatakan pihaknya menerima laporan dari pemerintah desa terkait adanya pekerja yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

“Kami mendapat laporan dari pemerintah desa terkait adanya orang yang terjepit reruntuhan bangunan. Setelah dicek ke lokasi ternyata benar. Saat itu korban sedang mengikat besi pondasi, kemudian dinding di atasnya ambruk dan korban tidak sempat menghindar sehingga kedua kakinya terjepit material bangunan,” ujar Winda kepada wartawan.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Sukabumi, Damkar, TNI, Polri, relawan dan warga sekitar langsung melakukan upaya penyelamatan.

Proses evakuasi berlangsung cukup menantang lantaran posisi korban terjepit di bawah material bangunan yang masih berpotensi bergerak. Petugas terlebih dahulu menahan dinding yang runtuh menggunakan bambu dan dongkrak agar tidak kembali bergeser.

Selanjutnya, tim melakukan penggalian material di sekitar kaki korban untuk menciptakan ruang evakuasi. Setelah kondisi dinilai aman, korban berhasil dievakuasi dari timbunan reruntuhan.

“Kami melakukan penggalian untuk memberi ruang pada kaki korban. Dinding yang menimpanya juga kami tahan menggunakan bambu dan dongkrak. Alhamdulillah korban akhirnya bisa ditarik keluar,” jelasnya.

Evakuasi selesai sekitar pukul 18.45 WIB atau hampir dua jam setelah kejadian. Korban kemudian langsung dilarikan ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *