METROSUKABUMI.com – Wajah baru Karang Taruna Kabupaten Sukabumi mulai digagas. Ismail Shaleh mendorong organisasi kepemudaan tersebut tampil lebih progresif, mandiri, dan berani mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
Bagi Ismail, Karang Taruna tidak semestinya hanya muncul dalam kegiatan sosial maupun agenda seremonial. Organisasi tersebut harus mampu menjadi kekuatan sosial yang dekat dengan masyarakat sekaligus mitra kritis Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
“Karang Taruna harus kembali pada jati dirinya sebagai organisasi sosial kepemudaan. Kita ingin membangun Karang Taruna yang aktif, produktif, mandiri, dan mampu memberikan gagasan serta solusi bagi persoalan masyarakat,” ujar Ismail Shaleh.
Menurut dia, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan melalui keterlibatan generasi muda. Mulai dari ekonomi kreatif, kewirausahaan, pariwisata, pertanian, lingkungan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Potensi tersebut, kata Ismail, membutuhkan wadah organisasi yang mampu menerjemahkan kreativitas pemuda menjadi program nyata dan berkelanjutan.
Karena itu, pembenahan Karang Taruna dinilai menjadi hal penting. Organisasi harus dibangun agar lebih dekat dengan persoalan masyarakat, mulai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Karang Taruna harus hadir bukan hanya ketika ada kegiatan atau bantuan sosial. Kita harus mampu membaca persoalan masyarakat, menyusun gagasan, membangun program, sekaligus memberikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah ketika ada kebijakan yang belum berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Tak Berseberangan dengan Pemerintah
Ismail menegaskan, konsep mitra kritis pemerintah daerah bukan berarti Karang Taruna harus selalu berseberangan dengan pemerintah.
Sebaliknya, sikap kritis harus ditempatkan sebagai bagian dari kontrol sosial sekaligus upaya mendorong tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah yang lebih baik.
“Kita siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tetapi tetap kritis. Kalau kebijakan pemerintah baik dan berpihak kepada masyarakat, tentu kita dukung. Namun apabila ada yang perlu dikoreksi, Karang Taruna harus berani menyampaikan aspirasi secara objektif dan konstruktif,” katanya.
Ia juga mendorong lahirnya program-program yang lebih terukur. Salah satu fokusnya adalah mendorong kemandirian ekonomi pemuda serta membuka ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan Kabupaten Sukabumi.
Menurut Ismail, Karang Taruna harus mampu menjadi ruang bagi pemuda untuk mengembangkan potensi sekaligus melahirkan berbagai inovasi sosial.
“Karang Taruna Sukabumi yang baru harus punya semangat baru. Kita ingin organisasi ini menjadi rumah bersama bagi pemuda, tempat lahirnya gagasan, gerakan sosial, dan inovasi untuk kemajuan Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Dengan gagasan tersebut, Ismail berharap Karang Taruna Kabupaten Sukabumi ke depan tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan sosial, tetapi berkembang sebagai salah satu kekuatan sosial kepemudaan yang mampu menjembatani aspirasi masyarakat dan pemerintah.
Karang Taruna juga diharapkan dapat ikut memastikan pembangunan Kabupaten Sukabumi berlangsung secara inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.












