Kebakaran Lahan di Cibadak Sukabumi, Api Merembet ke Bambu Dekat Permukiman

Petugas gabungan melakukan penanganan kebakaran lahan di Kampung Benda, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Senin (14/9/2026). (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Kebakaran lahan terjadi di Kampung Benda, RT 01/RW 06, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Senin (14/9/2026) sore. Kobaran api sempat merembet ke area alang-alang dan pohon bambu yang berada tidak jauh dari permukiman warga.

Berdasarkan laporan P2BK Cibadak kepada Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, kebakaran diketahui sekitar pukul 15.30 WIB. Api kemudian berhasil dipadamkan pada sekitar 17.50 WIB.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5.000 meter persegi dari total luas lahan kurang lebih 8.000 meter persegi. Lahan tersebut diketahui milik warga bernama Ade Burhan.

Baca Juga : Sekda Tegaskan Pemkab Sukabumi Dukung PIT IDI, 208 Dokter Ikuti Pertemuan Ilmiah

Informasi yang dihimpun petugas menyebutkan, kebakaran bermula ketika api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah. Api kemudian merembet ke tanaman alang-alang hingga menjalar ke pohon bambu.

“Api tiba-tiba merembet ke pohon bambu,” kata Zenal, warga yang berada di sekitar lokasi.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dalam laporan awal, kebakaran diduga dipicu oleh tindakan pembakaran yang dilakukan oleh pihak yang belum diketahui.

Baca Juga : Sukabumi Expo 2026 Ditutup, 542 Pencari Kerja Serbu Job Fair

Petugas gabungan langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kejadian. P2BK Kecamatan Cibadak berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Damkar Posko V Cibadak, perangkat desa, RT/RW, serta warga untuk melakukan asesmen sekaligus pemadaman.

Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum meluas lebih jauh. Hingga laporan dibuat, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Kondisi terakhir di lokasi dilaporkan api sudah padam dan situasi relatif aman. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

Dalam penanganan tersebut, kebutuhan mendesak yang disebutkan petugas antara lain selang air dan alkon untuk mendukung proses pemadaman apabila kembali ditemukan titik api.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *