Lautan Api Hanguskan Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi, Sekitar 80 Rumah Kayu Ludes dalam Sejam

Kobaran api yang meluluhlantakkan sekitar 80 rumah di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026). (Foto : Istimewa).

METROSUKABUMI.com – Musibah kebakaran hebat melanda kawasan bersejarah Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam waktu kurang dari satu jam, sekitar 80 rumah adat dilaporkan hangus dilalap si jago merah.

Kobaran api dengan cepat membesar dan merembet dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Material bangunan yang didominasi kayu, bambu, serta beratap ijuk kering membuat api sangat mudah menyebar.

Tiupan angin di kawasan permukiman adat turut memperparah situasi. Api dengan cepat melahap hampir 90 persen bangunan yang berada di kawasan tersebut sehingga warga tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan harta benda mereka.

Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api disertai kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara. Kepanikan pun tak terhindarkan. Warga berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.

Sejumlah armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Petugas berjibaku mencegah api meluas ke bangunan lain yang masih tersisa.

Hingga Sabtu sore, proses pemadaman berhasil dilakukan dan petugas melanjutkan pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala di antara puing-puing bangunan berbahan bambu dan kayu.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun besaran kerugian akibat peristiwa tersebut. Pendataan terhadap jumlah rumah yang terbakar serta warga terdampak masih dilakukan oleh petugas bersama pemerintah setempat.

Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran terbesar yang pernah terjadi di kawasan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya dan meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat adat yang selama ini menjaga warisan budaya leluhur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *