METROSUKABUMI.com – Gelombang kepedulian masyarakat terhadap korban kebakaran Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terus mengalir. Namun di balik derasnya bantuan, relawan kini menghadapi persoalan baru. Donasi pakaian layak pakai yang datang dari berbagai daerah sudah melebihi 10 ribu potong dan membuat proses penataan di posko logistik kewalahan.
Untuk memudahkan penyintas memilih pakaian sesuai kebutuhan, relawan mulai menata bantuan dengan cara menggantung pakaian menggunakan hanger. Sayangnya, jumlah gantungan baju yang tersedia masih sangat terbatas.
Relawan Desa Wisata Hanjeli, Asep, mengatakan sistem penataan menggunakan hanger terbukti membuat distribusi bantuan lebih rapi, tertata, dan memberikan kenyamanan bagi para penyintas saat memilih pakaian.
“Hari ini kami baru membawa sekitar 500 hanger. Sementara jumlah pakaian diperkirakan sudah lebih dari 10 ribu potong. Kami masih membutuhkan tambahan gantungan baju agar seluruh pakaian bisa ditata dengan baik,” ujarnya, Rabu (29/7).
Menurutnya, metode tersebut membuat warga tidak lagi harus membongkar tumpukan karung untuk mencari pakaian yang sesuai ukuran maupun kebutuhannya. Penyintas kini dapat memilih pakaian dengan lebih mudah dan bermartabat.
Antusiasme warga pun meningkat sejak pakaian mulai ditata secara rapi. Relawan berharap masyarakat yang ingin membantu tidak hanya mengirimkan pakaian layak pakai, tetapi juga perlengkapan pendukung seperti hanger dan rak gantung portabel.
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Sukabumi telah mengumumkan penghentian sementara penerimaan donasi pakaian karena stok sudah melebihi kebutuhan dan dikhawatirkan berpotensi menjadi limbah sandang. Saat ini kebutuhan yang lebih mendesak adalah peralatan dapur, perlengkapan makan, bahan makanan, dan logistik lainnya.












