METROSUKABUMI.com – Kabar duka datang dari kasus kecelakaan yang sempat menyita perhatian publik di pintu keluar Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Odang Sopian (55), pedagang tahu asongan yang menjadi korban tabrakan sebuah Toyota Rush putih pada Senin (8/6/2026), meninggal dunia setelah hampir tiga pekan berjuang menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya.
Warga Kampung Darmaga, Desa Babakan Pari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi itu mengembuskan napas terakhir di rumahnya pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Ketua RT 04 RW 02, Isak, membenarkan kabar meninggalnya Odang. Menurutnya, korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum dipulangkan untuk menjalani masa pemulihan di rumah.
Namun, kondisi kesehatannya tak kunjung membaik. Korban yang mengalami patah tulang pada bagian kaki bahkan dijadwalkan menjalani kontrol ke rumah sakit pada Rabu (1/7/2026). Sayangnya, ia lebih dulu meninggal dunia.
“Sejak pulang dari rumah sakit, almarhum memang lebih banyak berdiam diri karena masih merasakan sakit akibat patah tulang di bagian kaki. Meninggal di rumah pada Selasa sekitar pukul 18.30 WIB,” ujar Isak.
Di tengah suasana duka, keluarga korban berharap ada itikad baik dari pengemudi Toyota Rush yang diduga menabrak Odang. Hingga kini, kata Isak, belum pernah ada pertemuan langsung antara keluarga korban dan pihak pengemudi.
Menurut informasi yang diterima keluarga, pengemudi hanya mengirimkan bantuan uang sebesar Rp2 juta melalui transfer bank setelah kabar meninggalnya korban tersebar.
“Kalau saya maunya pihak pengemudi datang ke sini, bicara baik-baik dengan keluarga,” katanya.
Isak menegaskan, bagi keluarga persoalan ini bukan semata-mata mengenai bantuan materi, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan terhadap korban dan keluarga yang ditinggalkan.
“Ini bukan soal uang saja. Keluarga berharap ada etika dan tanggung jawab. Apalagi almarhum meninggalkan dua anak yang baru akan masuk sekolah,” tambahnya.
Semasa hidupnya, Odang dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul dengan warga sekitar. Jenazahnya dimakamkan di tempat pemakaman umum tak jauh dari rumah duka pada Rabu (1/7/2026) pagi.
Kepergian Odang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun warga sekitar, terutama karena dua anaknya kini harus melanjutkan kehidupan tanpa sosok ayah yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.












