METROSUKABUMI.com – Polemik internal yang membelit SMK Taruna Tunas Bangsa (TTB) kini memasuki fase krusial. Tak hanya konflik yang tak kunjung reda, dugaan ketidakteraturan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2026 ikut terseret. Dampaknya nyata: puluhan siswa memilih “angkat kaki” demi menyelamatkan masa depan pendidikan mereka.
Gelombang perpindahan siswa dari SMK TTB terjadi dalam waktu singkat. Mayoritas berpindah ke SMK Dwiwarna. Situasi ini dipicu ketidakpastian di sekolah asal, terutama menjelang momen penting Uji Kompetensi Keahlian (UKK).
Informasi yang beredar menyebutkan SMK TTB menerima dana BOS sebesar Rp136 juta pada Februari 2026. Namun, kondisi riil di lapangan dinilai tak mencerminkan besaran anggaran tersebut. Sejumlah pihak mulai menyoroti dugaan ketidaksinkronan data, mekanisme pencairan yang dianggap janggal, hingga indikasi tekanan dalam pengambilan keputusan internal.
Baca Juga: Berangkat Penuh Harap, Pulang Tanpa Kepastian: 19 Warga Sukabumi-Bandung Terlantar di Sulawesi
Kepala SMK Dwiwarna, A.H. Berlianto, mengungkapkan pihaknya menerima limpahan siswa dalam jumlah signifikan, terutama dari kelas akhir.
“Untuk kelas 12 ada 38 siswa. Sementara kelas 10 dan 11, per 29 April ada 11 siswa. Sisanya masih dalam proses pendataan,” ujarnya.
Perpindahan itu berlangsung mendadak. Bahkan, sekolah baru menerima pemberitahuan dari dinas melalui KCD Wilayah 5 hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan UKK.
“Kami dihubungi sebelum UKK agar siswa kelas 12 dari TTB bisa ikut ujian di sini. Karena ini syarat kelulusan, kami langsung bergerak cepat,” katanya.
Baca Juga: Dua Kelas Ambruk di Ciambar, Kadisdik Pastikan Ujian Tetap Jalan Meski Darurat
Keterbatasan waktu membuat sebagian siswa hanya mengikuti ujian dalam durasi sangat singkat. Namun pihak sekolah memastikan seluruh hak akademik tetap terpenuhi.
“Sebagian hanya sempat ikut satu hari ujian, tapi tetap kami fasilitasi,” jelasnya.
Berlianto menegaskan tidak ada perlakuan berbeda terhadap siswa pindahan. Semua telah dimasukkan ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar status akademiknya sah.
Baca Juga: Balita Tewas Tercebur Septic Tank Gegerbitung Sukabumi, Lubang 2 Meter Tanpa Penutup
“Kalau tidak masuk Dapodik, akan bermasalah dengan ijazah. Jadi kami pastikan semuanya sesuai prosedur,” tegasnya.
Total lulusan tahun ini mencapai 142 siswa, terdiri dari 104 siswa internal dan tambahan 38 siswa eks SMK TTB.
Di sisi lain, sekolah juga mulai membuka akses kerja bagi lulusan. Salah satunya melalui kerja sama rekrutmen dengan jaringan ritel nasional.
“Bulan ini kami kerja sama dengan Indomaret agar lulusan bisa langsung terserap,” ungkapnya.













Respon (2)