Nekat Menyeberang ke Pulau Terlarang, Mahasiswa 20 Tahun Tewas Terseret Ombak di Palangpang

mahasiswa tewas terseret ombak Sukabumi zona terlarang Pantai Palangpang wisata Ciemas. Foto : Istimewa

SUKABUMI – Keindahan Pantai Palangpang, Kecamatan Ciemas, Sabtu (28/3) siang, berubah menjadi duka. Seorang mahasiswa, Muhamad Fardeen, 20, tewas setelah terseret arus laut saat kembali dari Pulau Mandra—pulau yang sebenarnya sudah lama ditetapkan sebagai zona terlarang bagi wisatawan.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Sebelumnya, korban menginap di kawasan Pantai Oyo bersama rekannya, Erik Heryanto, 33, warga Kecamatan Nyalindung.

Sekitar pukul 10.30 WIB, saat air laut surut, keduanya nekat berjalan kaki menyeberang ke Pulau Mandra untuk memancing. Saat itu, kondisi laut terlihat aman sehingga mereka merasa tidak ada bahaya.

Namun situasi berubah drastis hanya dalam waktu dua jam.

Ketika hendak kembali ke daratan, air laut tiba-tiba pasang dengan cepat. Ketinggian ombak diperkirakan mencapai 2,5 meter disertai arus kuat yang langsung menyapu keduanya.

Fardeen yang diketahui tidak bisa berenang tak mampu menyelamatkan diri. Ia terseret arus hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Erik berhasil selamat setelah berjuang melawan arus laut.

Petugas Balawista Palangpang, Piat, menegaskan bahwa Pulau Mandra merupakan area yang sudah lama dinyatakan berbahaya dan dilarang untuk aktivitas wisata.

“Area tersebut sudah sering kami ingatkan sebagai zona larangan. Saat surut memang terlihat aman, tapi ketika pasang arusnya sangat kuat dan berbahaya. Ini yang sering tidak disadari pengunjung,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena pasang cepat di perairan selatan Palangpang kerap mengecoh wisatawan yang tidak memahami karakter laut selatan.

“Dalam waktu singkat air bisa naik tinggi. Kalau tidak paham karakter laut selatan, risikonya fatal,” tegasnya.

Usai kejadian, tim Balawista bersama warga langsung melakukan proses evakuasi. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan dibawa ke puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Palabuhanratu.

Sementara Erik yang selamat juga mendapat penanganan medis karena mengalami kelelahan setelah diterjang arus laut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bagi wisatawan agar tidak mengabaikan rambu dan peringatan petugas, terutama di kawasan pantai selatan yang dikenal memiliki karakter ombak dan arus yang tidak terduga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *