METROSUKABUMI.com – Satu lagi spot “diam-diam memikat” muncul dari Sukabumi. Namanya Bukit Panenjoan, berada di Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak. Belakangan, lokasi ini mendadak ramai. Bukan hanya warga lokal, tapi juga konten kreator yang berburu visual.
Dari atas bukit, lanskap Sukabumi Utara tersaji tanpa sekat. Permukiman warga tampak seperti miniatur, sementara lalu lintas di bawahnya terlihat seperti garis yang terus bergerak. Sederhana, tapi justru itu yang membuatnya menarik.
Fenomena ini cepat menyebar di media sosial. Foto dan video dari Bukit Panenjoan mulai berseliweran, memancing rasa penasaran.
Tak butuh waktu lama, tempat ini pun jadi “titik kumpul” baru.
Salah satu yang ikut meramaikan adalah Wak Eman, konten kreator asal Kalapanunggal. Bersama timnya, ia datang bukan sekadar jalan-jalan.
“Sekalian wisata, sekalian bikin konten. Tempatnya bagus, view-nya dapet,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (2/5).
Wak Eman bukan nama baru di jagat konten lokal Sukabumi. Ia dikenal konsisten mengangkat cerita keseharian masyarakat dengan balutan hiburan yang ringan dan dekat dengan realita.
Lokasi syutingnya pun tak jauh dari denyut kehidupan warga, mulai dari Terminal Cibadak, Palabuhanratu, hingga Cicurug dan Lembursitu.
Namun, Bukit Panenjoan memberi warna berbeda.
“Kali ini temanya wisata, karena memang tempatnya mendukung,” katanya.
Menurutnya, potensi lokasi ini bukan sekadar tempat nongkrong. Jika dikelola serius, Bukit Panenjoan bisa menjadi destinasi berbasis konten kreatif.
Artinya, bukan hanya tempat datang dan pergi, tapi juga ruang produktif.
Pesan Wak Eman pun sederhana, tapi relevan untuk generasi muda hari ini.
“Jangan cuma scroll. Kalau ada kemauan dan konsisten bikin konten, rezeki mah nyusul,” ucapnya.
Hal serupa dirasakan Reni, kreator lainnya. Ia memanfaatkan momen di bukit tersebut untuk membuat konten sambil menikmati pemandangan.
Kini, Bukit Panenjoan bukan lagi sekadar bukit biasa. Ia perlahan menjelma menjadi ruang baru, tempat bertemunya hobi, kreativitas, dan peluang.












