METROSUKABUMI.com – Aksi puluhan warga yang menutup akses menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jumat (11/9/2026), mendapat respons langsung dari Pemerintah Kota Sukabumi.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menemui masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Korban Sampah (FMKS). Aksi tersebut dipicu persoalan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikundul di Jalan Kibitay yang dikeluhkan warga terdampak pencemaran akibat aktivitas TPA yang mengalami kelebihan muatan.
Penutupan akses tersebut sempat membuat kendaraan pengangkut sampah menuju TPA Cikundul terhenti.
Baca Juga : Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu, Getarannya Terasa hingga Sukabumi
Di hadapan warga, Bobby memastikan aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Salah satu langkah awal yang dibahas adalah pengurugan lahan terdampak.
Namun, Pemkot Sukabumi harus terlebih dahulu menghitung kemampuan anggaran yang tersedia.
“Nanti semua ini kumpulkan dari PU, Bappeda, untuk melihat ketersediaan pos anggaran berapa yang bisa dialokasikan. Yang penting di perubahan ini bisa kita eksekusi dulu secara bertahap,” kata Bobby.
Baca Juga : 14 SPPG di Sukabumi Kena Suspend, BGN Soroti SOP dan SLHS
Menurut dia, kebutuhan anggaran pengurugan cukup besar sehingga tidak seluruhnya dapat dituntaskan dalam waktu bersamaan. Karena itu, penanganan akan dilakukan bertahap sesuai kemampuan APBD.
“Yang penting jalan dulu, masyarakat tidak ada timbunan sampah. Selebihnya nanti di anggaran murni. Kita akan alokasikan anggaran murni itu untuk percepatan TPA,” ujarnya.
Pemkot Akui Pengelolaan Sampah Masih Jadi Persoalan
Bobby juga mengungkapkan bahwa Pemkot Sukabumi masih menyiapkan skema pengelolaan sampah ke depan. Menurut dia, persoalan tersebut bukan hanya dihadapi Kota Sukabumi.
Salah satu rencana yang sedang disiapkan adalah masuknya wilayah Sukabumi dalam skema operasional TPA regional.
Di sisi lain, kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan tersendiri. Bobby menyebut adanya pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang berdampak terhadap kemampuan APBD Kota Sukabumi.
“Kota dengan APBD Rp1,3 triliun, pemotongan Rp159 miliar itu sangat terpukul sekali. Di samping kebutuhan APBD kita, lebih banyak untuk belanja pegawai,” jelasnya.
Baca Juga : Nyaris Rubuh, Rumah Bah Oji di Pasirdatar Sukabumi Akhirnya Dapat Bantuan
Dia menyebut kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai berbagai kebutuhan operasional, termasuk penanganan sampah.
Meski demikian, Pemkot Sukabumi tetap berupaya mencari ruang anggaran untuk menyelesaikan persoalan di TPA Cikundul.
Bappeda hingga PU Diminta Hitung Anggaran
Bobby meminta dinas terkait segera berkoordinasi dengan Bappeda untuk menghitung ketersediaan anggaran yang dapat digunakan dalam penanganan TPA Cikundul.
Jika terdapat ruang anggaran, kata dia, pekerjaan yang paling mendesak dapat segera dilakukan, termasuk kebutuhan bahan bakar dan alat berat untuk pengurugan.
“Kalau ada sekian, ya sudah eksekusikan dulu saja. Jalan dulu untuk BBM atau alat berat untuk urugnya. Selebihnya nanti kita eksekusi di anggaran murni,” tuturnya.
Koordinasi juga akan dilakukan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Baca Juga : Lahan Makam Jadi Kubangan Sampah, Warga Tutup Akses TPA Cikundul Sukabumi
Bobby menegaskan, pemerintah ingin memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa persoalan lahan di sekitar TPA Cikundul akan ditangani.
“Saya harus lihat dulu dokumen timnya. Hari ini masyarakat dapat kepastian bahwa kita hadir untuk mengurug tanah yang ada di Cikundul. Nah, itu dulu. Kita lanjut lagi,” pungkasnya.
Setelah Bobby menemui masyarakat, spanduk yang sebelumnya dibentangkan untuk menutup gerbang akses menuju TPA Cikundul dari Jalan Merdeka kembali dibuka. Aktivitas akses kendaraan pengangkut sampah pun dapat kembali berjalan.













Respon (1)