Ciletuh dan Palabuhanratu Kembali Raih Green Card UNESCO, Status Geopark Dunia Aman hingga 2030

UNESCO menegaskan status Ciletuh sebagai geopark kelas dunia hingga empat tahun ke depan. Foto : Istimewa

METROSUKABUMI.com – Kabar membanggakan datang dari kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Geopark andalan Kabupaten Sukabumi ini resmi kembali meraih “green card” dari UNESCO, menandakan statusnya sebagai bagian dari jaringan geopark dunia tetap berlanjut untuk empat tahun ke depan.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung dari Paris, Prancis, dan diikuti secara virtual oleh Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, dari Pendopo Sukabumi, Senin malam (27/4).

Dengan hasil ini, status Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark dipastikan tetap bertahan dalam jaringan geopark dunia. Kawasan ini sendiri telah menjadi bagian dari UNESCO Global Geoparks Network sejak 2018.

Andreas menyebut capaian tersebut sebagai kado istimewa bagi Kabupaten Sukabumi di tahun 2026. Ia menegaskan, keberhasilan mempertahankan green card bukan hanya prestasi administratif, melainkan hasil kerja kolektif dalam menjaga kelestarian kawasan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Ikon Wisata, Bupati Sukabumi: CPUGGp Laboratorium Berkelanjutan yang Diakui Dunia

“Semoga kita bisa terus menjaga dan memenuhi poin-poin yang harus dilaksanakan sehingga geopark ini tetap lestari dan bisa dinikmati masyarakat dunia,” ujarnya.

Menurutnya, capaian ini harus menjadi pemicu semangat seluruh pihak untuk terus memperkuat konservasi alam, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat di kawasan geopark.

Pemkab Sukabumi melalui Badan Pengelola CPUGGp, lanjut Andreas, akan langsung menyusun langkah strategis untuk menghadapi proses revalidasi berikutnya.

“Sedari sekarang kita siapkan lagi. Targetnya jelas, mempertahankan green card di penilaian selanjutnya,” tegasnya.

Raihan ini semakin mengukuhkan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark sebagai destinasi wisata kelas dunia sekaligus model pembangunan berkelanjutan berbasis geologi, budaya, dan kearifan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *