METROSUKABUMI.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak menyebabkan jembatan penghubung antar kampung di Kampung Lamping, Desa Nagrak Selatan, amblas. Akibatnya, akses vital warga terputus total.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sore (30/4/2026), setelah hujan deras mengguyur cukup lama hingga menggerus tanah di sekitar pondasi jembatan.
Jembatan yang berada di wilayah RT 02/RW 08 Kampung Lamping Cikolawing itu menjadi akses utama penghubung dua kampung. Kini, warga terpaksa mencari jalur alternatif untuk beraktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Jalan Alternatif Cibadak Amblas 15 Meter, Truk Proyek Tol Bocimi Disorot Jadi Pemicu
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Miky, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan dari warga.
“Begitu menerima informasi, kami langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan assessment,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan di lapangan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kondisi jembatan mengalami kerusakan cukup parah akibat tergerus aliran air.
P2BK Nagrak juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pengurus lingkungan setempat, pemerintah desa, hingga tim Unit Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (URC PB) Desa Nagrak Selatan.
“Untuk sementara, akses jalan dialihkan melalui jalur alternatif. Warga juga berencana membangun jembatan darurat agar mobilitas tidak terganggu terlalu lama,” jelas Miky.
Hingga saat ini, warga bersama pemerintah setempat masih melakukan upaya penanganan awal sambil menunggu langkah lanjutan dari pihak terkait.













Respon (1)