Warga Karangtengah Geram! Truk Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Dibatasi, Ini Jam Operasional Barunya

Truk pengangkut material tanah untuk proyek bocimi di jalan raya karangtengah Cibadak. (Foto : Metrosukabumi.com)

METROSUKABUMI.com – Protes warga akhirnya membuahkan hasil. Aktivitas truk pengangkut material proyek Tol Bocimi Seksi 3 di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, kini resmi dibatasi.

Keluhan yang selama ini mengendap, mulai dari jalan rusak, debu tebal, hingga kemacetan, memicu pertemuan antara warga, pemerintah desa, dan pihak proyek pada Senin (4/5).

Kepala Desa Karangtengah, Agung Pratama Putra, mengungkapkan bahwa masalah utama yang disorot warga adalah tonase truk yang diduga melebihi kapasitas serta jam operasional yang berbenturan dengan aktivitas masyarakat, khususnya jam kerja karyawan pabrik di sekitar lokasi.

Warga merasa terganggu, baik dari sisi lalu lintas maupun kondisi jalan yang rusak,” ujarnya.

Baca Juga: Dugaan Dana BOS Rp136 Juta Disorot, Puluhan Siswa SMK TTB Sukabumi Eksodus Jelang Kelulusan

Dari hasil musyawarah, disepakati pembatasan jam operasional truk. Untuk siang hari, kendaraan proyek hanya boleh melintas mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Sementara pada malam hari, operasional dibatasi dari pukul 20.00 hingga 24.00 WIB.

Kesepakatan ini juga mencakup kewajiban penggunaan terpal penutup bagi truk pengangkut tanah guna mengurangi debu dan material yang tercecer di jalan.

Tak hanya itu, pihak proyek juga diminta melakukan pembersihan kendaraan sebelum keluar ke jalan umum, serta siap melakukan perbaikan jalan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan.

Warga bahkan diberi ruang untuk melakukan pengawasan langsung. Jika ditemukan pelanggaran jam operasional, masyarakat diperbolehkan menghentikan truk di lapangan.

Baca Juga: Warga Neglasari Membludak! Program SAMAWA Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis, Antusiasme Tak Terbendung

“Kalau masih melanggar, warga bisa menghentikan. Itu sudah disepakati bersama,” tegas Agung.

Selain persoalan jalan, warga juga menyoroti dampak getaran kendaraan berat terhadap bangunan rumah. Untuk itu, pihak proyek membuka peluang klaim bagi warga yang mengalami kerusakan.

Pemerintah desa berharap kesepakatan ini bisa dijalankan konsisten oleh semua pihak, mengingat proyek Tol Bocimi merupakan bagian dari program strategis nasional.

“Pembangunan tetap berjalan, tapi kenyamanan dan keselamatan warga juga harus dijaga,” tandasnya.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *