Dibacok Saat Pulang Sekolah, Dua Siswa SMK Pertanian Dilarikan ke RSUD Sekarwangi

Dua siswa SMK Pertanian mendapatkan penanganan medis di RSUD Sekarwangi Cibadak usai menjadi korban pembacokan oleh sekelompok pelajar, Jumat (8/5). Foto : Metrosukabumi.com

METROSUKABUMI.com – Aksi brutal antar pelajar kembali pecah di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Dua siswa SMK Pertanian menjadi korban pembacokan oleh sekelompok pelajar lain saat perjalanan pulang sekolah, Jumat (8/5) sore.

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 17.45 WIB di kawasan Kelurahan Cibadak, tepatnya di sekitar depan RS DKH. Situasi sempat mencekam karena pelaku datang bergerombol menggunakan sepeda motor dan langsung menyerang korban.

Korban diketahui berinisial S (16), siswa kelas X asal Kecamatan Cikidang, dan R (17), siswa kelas XI asal Kecamatan Parungkuda. Keduanya mengalami luka akibat senjata tajam dan langsung dilarikan ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk mendapatkan penanganan medis.

“Yang kelas X mendapat 17 jahitan dan sedang dilakukan tindakan, yang satu lagi masih pemeriksaan lanjutan,” ujar Babinsa Kelurahan Cibadak, Serma Aprias Supriyatna.

Aprias menjelaskan, pihaknya bersama aparat kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan intensif.

Baca Juga: Tragis di Kalibunder, Pegawai Minimarket Akhiri Hidup Diduga Karena Beban Pernikahan

Sejumlah saksi mata menyebut, serangan terjadi secara tiba-tiba. Kelompok pelaku diduga lebih banyak jumlahnya dan langsung memepet korban di jalan

“Saya lagi pulang bertiga naik motor, tiba-tiba mereka mendekat dan mengeluarkan senjata. Saya panik langsung kabur,” ujar F, rekan korban.

Sementara korban lainnya mengaku tidak sempat melawan saat diserang

“Tiba-tiba saya dibacok, saya langsung lari menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, insiden ini diduga kuat berkaitan dengan aksi tawuran antar pelajar. Aparat kepolisian kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif pasti di balik penyerangan tersebut.

“Sekarang sedang ditindaklanjuti oleh kepolisian,” tegas Aprias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *