METROSUKABUMI.com – Pilihan transportasi umum dari wilayah selatan Kabupaten Sukabumi menuju Bogor bertambah dengan hadirnya layanan elf tanpa transit pada rute Surade–Bogor. Kehadiran layanan ini diharapkan memperluas akses perjalanan masyarakat sekaligus mendorong penataan angkutan penumpang agar beroperasi sesuai ketentuan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Agus Surya Manggala, menyambut baik penambahan trayek yang menghubungkan wilayah Palabuhanratu, Surade, dan Bogor tersebut.
Menurut Agus, keberadaan angkutan resmi dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan antar daerah tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
Ia juga berharap semakin banyak pengusaha transportasi yang tertarik menyediakan layanan serupa sehingga pilihan armada bagi masyarakat semakin beragam.
Baca Juga : KAHMI Sukabumi Dorong Perda Anti-LGBTQ, DPRD Kota Disebut Siap Usulkan Raperda
“Harapannya, ada perusahaan/pengusaha lain yang mau ikut berusaha ditrayek baru ini agar armadanya semakin banyak sesuai alokasi yang ditetapkan Dishub Provinsi Jawa Barat,” ujar Agus pada metrosukabumi.com, Kamis (29/10/2026).
Penataan Angkutan dan Persoalan Taksi Gelap
Selain menambah pilihan perjalanan, keberadaan trayek resmi tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan kendaraan yang mengangkut penumpang secara komersial tanpa memenuhi persyaratan perizinan.
Agus menjelaskan, pihaknya telah berulang kali mensosialisasikan persoalan legalitas angkutan kepada masyarakat dan pemilik kendaraan. Pemilik mobil yang ingin menjalankan usaha transportasi penumpang didorong mengurus perizinan melalui badan usaha atau koperasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menilai, masyarakat perlu memahami perbedaan antara angkutan berizin dan layanan transportasi yang belum memenuhi ketentuan.
Baca Juga : Angkot Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Surade Sukabumi, Kerugian Ditaksir Rp20 Juta
Meski demikian, penertiban angkutan nonformal tidak cukup hanya mengandalkan sosialisasi. Ketersediaan transportasi resmi dengan jadwal yang jelas, tarif yang terjangkau, serta akses pelayanan yang memadai juga menjadi faktor penting agar masyarakat memiliki alternatif perjalanan.
Sebelumnya, mengenai layanan Rendy Group VJA menyebutkan adanya armada elf ber-AC dan non-AC untuk trayek Surade–Bogor. Layanan tanpa transit ini ditujukan untuk mempermudah perjalanan penumpang dari Pajampangan menuju Bogor.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan media tersebut, tarif yang dicantumkan sebesar Rp120.000 untuk kelas AC dan Rp100.000 untuk kelas non-AC. Jadwal keberangkatan juga tersedia dari Terminal Surade dan Terminal Baranangsiang, Bogor.
Informasi jadwal dan tarif dapat berubah sehingga calon penumpang sebaiknya melakukan konfirmasi langsung kepada operator sebelum berangkat.
Baca Juga : Dijanjikan Jadi ART, 4 Anak Asal Sukabumi Malah Jadi Korban Eksploitasi di Solo
Ke depan, keberhasilan trayek baru tidak hanya ditentukan oleh bertambahnya kendaraan, tetapi juga oleh konsistensi jadwal, kepastian tarif, keselamatan penumpang, dan kepatuhan terhadap ketentuan angkutan penumpang umum.
Bagi masyarakat, layanan yang mudah diakses dan dapat diandalkan akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih transportasi. Sementara bagi pemerintah, pengawasan dan pembinaan perizinan tetap diperlukan agar perluasan layanan berjalan seiring dengan tertibnya penyelenggaraan angkutan penumpang umum.













Respon (1)