Dua Insiden KA Pangrango dalam Sehari di Sukabumi, Satu Korban Tewas

Seorang pria tertemper KA Pangrango di Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/10/2026) pagi. (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Dua insiden yang melibatkan warga dan Kereta Api (KA) Pangrango terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/10/2026). Peristiwa pertama terjadi di Parungkuda pada pagi hari, sedangkan insiden kedua di Kecamatan Cicantayan menyebabkan seorang pria meninggal dunia.

Insiden di Cicantayan terjadi sekitar pukul 09.20 WIB di Kampung Peledang, Desa Cimahi, tepatnya di jalur rel KM 49+200–300. Korban diketahui bernama Sandi Kasmara (40), warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai pengusaha jasa servis telepon genggam.

Berdasarkan laporan kejadian, korban diduga hendak pulang ke rumah untuk mengambil gergaji setelah bekerja membersihkan pematang dan rumput di sawah sejak pukul 07.00 WIB. Rumah korban disebut tidak jauh dari lokasi sawah dan hanya terpisah oleh lintasan kereta api.

Sekitar pukul 09.10 WIB, korban berpamitan kepada rekan kerjanya untuk mengambil peralatan tersebut. Sepuluh menit kemudian, KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi melintas di jalur tersebut.

Baca Juga : Dua Tahun Prabowo-Gibran Dikritik, Mahasiswa BEM Nusantara Blokade JLS Sukabumi

Menurut keterangan dalam laporan, petugas penjaga lintasan melihat korban berjalan di bahu jalur dengan posisi membelakangi kereta. Petugas disebut telah memberikan peringatan menggunakan peluit, sementara kereta juga membunyikan klakson sebelum insiden terjadi.

Korban kemudian terserempet kereta dan terjatuh di area selokan. Warga baru mengetahui identitas korban sekitar pukul 09.40 WIB setelah mengenalinya sebagai warga setempat.

Petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah desa, dan BPBD Kabupaten Sukabumi tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB untuk melakukan evakuasi. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Sekarwangi, Cibadak.

Dalam laporan tersebut, keluarga menyebut korban dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat gangguan pendengaran maupun gangguan kejiwaan. Dugaan bahwa korban sedang melamun muncul dalam laporan awal, tetapi penyebab pasti kejadian belum dapat dipastikan hanya berdasarkan keterangan tersebut.

Tempat kejadian pria yang tertemper kereta di Kp Kandang Gede, Desa Patung kuda, Kabupaten Sukabumi, sabtu (24/10/2026). (Foto : Istimewa)a

Sebelum kejadian di Cicantayan, seorang pria juga dilaporkan tertemper KA Pangrango relasi Sukabumi–Bogor di KM 33+400/500, antara Stasiun Parungkuda dan Stasiun Cicurug, sekitar pukul 05.55 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Kampung Kandang Gede, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda. Ketua RT setempat, Amat, mengatakan dirinya menerima informasi dari warga sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung mendatangi lokasi.

Amat mengaku mendapat informasi awal bahwa pria tersebut sedang melakukan aktivitas lari pagi. Korban juga disebut mengenakan headset dan telepon genggamnya belum ditemukan.

Namun, informasi mengenai aktivitas korban dan penggunaan headset itu masih berdasarkan keterangan awal yang diterima Amat. Ia tidak menyaksikan langsung kejadian maupun mengetahui secara pasti penyebab insiden tersebut.

Baca Juga : Dana Proyek Desa Diduga Ludes untuk Judi Online, Eks Kades Sukabumi Divonis 3 Tahun

Identitas korban dalam peristiwa di Parungkuda belum diketahui berdasarkan informasi yang tersedia.

Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa petugas stasiun segera berkoordinasi dengan unit dan instansi terkait setelah menerima laporan insiden di Parungkuda.

“Berdasarkan laporan awal, kondisi lokomotif dan rangkaian KA Pangrango dinyatakan aman untuk melanjutkan perjalanan. Sementara itu, informasi mengenai identitas dan kondisi korban masih dalam proses pendataan serta koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Franoto.

KAI juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur kereta api demi menjaga keselamatan diri dan perjalanan kereta.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *