METROSUKABUMI.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terus mendorong kegiatan pembinaan yang produktif. Salah satunya melalui pemanfaatan lahan pertanian dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Terbaru, Lapas Warungkiara berhasil memanen 250 kilogram sawi dari lahan pertanian yang dikelola dalam program pembinaan kemandirian.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIA Warungkiara, Ibnu Wibowo, mengatakan kegiatan pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus keterampilan WBP.
“Kegiatan pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi WBP. Mereka dilibatkan mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga proses panen. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Ibnu, Senin (5/10/2026).
Baca Juga : Heboh Pengerukan Tanah di Nagrak Sukabumi, Disebut untuk Tol Bocimi tapi Izinnya Belum Jelas
Menurut Ibnu, hasil panen tersebut juga menjadi bentuk kontribusi Lapas Warungkiara dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sebanyak 250 kilogram sawi yang dipanen dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun disalurkan melalui mekanisme pemasaran yang berlaku.

“Kami terus berupaya mengoptimalkan lahan yang tersedia agar dapat menghasilkan komoditas pertanian sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi WBP. Ke depan, jenis dan jumlah komoditas yang dibudidayakan akan terus dikembangkan,” katanya.
Program tersebut juga sejalan dengan pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam meningkatkan produktivitas serta keterampilan WBP.
Baca Juga : Dua Napi Teroris di Lapas Warungkiara Sukabumi Ikrar Setia NKRI
Kegiatan pertanian di Lapas Warungkiara diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menciptakan proses pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi WBP.
Melalui kegiatan tersebut, WBP mendapatkan pengalaman dalam mengelola tanaman dari proses awal hingga menghasilkan panen. Keterampilan itu diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang produktif setelah kembali ke masyarakat.













Respon (2)