METROSUKABUMI.com – Regenerasi atlet menjadi pekerjaan rumah sekaligus fokus baru Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kota Sukabumi. Tak ingin hanya mengandalkan nama-nama lama, pembinaan petinju kini mulai diarahkan sejak usia pelajar.
Kelompok pelajar SMP menjadi salah satu sasaran utama pembinaan. Mereka diproyeksikan menjadi bibit petinju masa depan sekaligus dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2027.
Program tersebut menjadi bagian dari agenda kepengurusan PERTINA Kota Sukabumi periode 2026-2030 yang baru dilantik.
Ketua Pengda PERTINA Kota Sukabumi Andre Budiman mengatakan regenerasi atlet penting untuk mengembangkan kembali olahraga tinju di Kota Sukabumi.
Baca Juga : Angin Kencang Hambat Pemadaman, Api Masih Berkobar di TPAS Cikundul Sukabumi
“Harapan saya ke depannya agar tinju di Kota Sukabumi lebih berkembang lagi dan mengembalikan era kejayaannya pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Andre.
Menurut Andre, pembinaan akan dimulai dari kelompok usia muda dengan menyasar pelajar. Pola tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk membentuk atlet yang memiliki kemampuan sekaligus pengalaman bertanding sejak usia dini.
“Mengenai perkembangan tinju, kita akan memulai dari usia dini dan mungkin dari sekitar SMP. Akan kita bina untuk persiapan atlet Popda di 2027,” ujarnya.
Langkah regenerasi itu mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana. Dia berharap PERTINA tidak hanya mengejar prestasi dalam waktu dekat, tetapi membangun sistem pembinaan yang berjalan secara berkelanjutan.
Baca Juga : Harhubnas 2026 di CFD Sukabumi Meriah, 80 UMKM hingga Layanan Publik Hadir untuk Warga
Mulai dari pencarian bibit atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga kompetisi secara rutin dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem tinju.
“Saya berharap PERTINA Kota Sukabumi dapat terus membangun pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari pencarian dan pembinaan bibit-bibit atlet, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi yang rutin, hingga pengembangan prestasi atlet pada tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” ujar Bobby.
Pengalaman bertanding juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet muda. Karena itu, kompetisi maupun eksibisi dinilai dapat menjadi ruang bagi petinju untuk mengukur kemampuan dan membangun mental bertanding.
Salah satunya melalui Sukabumi Amateur Boxing Exhibition 2026 atau Tinju Amatir PERTINA Vol. 2 yang melibatkan sekitar 140 atlet dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Bobby menyebut pertandingan tidak semata-mata soal hasil akhir. Menurutnya, pengalaman bertanding juga menjadi proses pembentukan karakter dan sportivitas atlet.
“Setiap pertandingan bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana kita memberikan yang terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas,” katanya.
Dukungan terhadap program regenerasi juga datang dari Pengprov PERTINA Jawa Barat. Sekretaris Umum Pengprov PERTINA Jawa Barat Riga Haruman Ashar menilai kegiatan eksibisi dapat menjadi bagian dari persiapan atlet sebelum tampil di kompetisi yang lebih besar.
Apalagi, kegiatan tersebut berlangsung menjelang Porprov Jawa Barat yang dijadwalkan pada November.
Baca Juga : Kekeringan Nagrak Sukabumi Makin Parah, 100 KK Terima 5.000 Liter Air Bersih
“Eksibisi kali ini dan pelantikan ini bagus, karena bersamaan dengan kegiatan yang memang saat ini akan ada Porprov Jawa Barat di bulan November. Ini juga sebagai ajang terakhir untuk uji coba sebelum Porprov,” kata Riga.
Namun, Riga mendorong agar agenda tinju di Sukabumi tidak berhenti pada eksibisi. Menurutnya, kegiatan serupa dapat dikembangkan menjadi kompetisi yang lebih terukur dan berjenjang.
“Ke depannya kami berharap di Jawa Barat, khususnya di Sukabumi, bisa mengadakan event seperti ini rutin. Kalau event seperti ini hanya eksibisi, bukan event kejuaraan. Bagusnya ke depan lebih berjenjang,” ujarnya.
Dia bahkan mengusulkan adanya pola kegiatan yang berkesinambungan antara eksibisi dan kejuaraan.
Baca Juga : Budi Setiawan Wartawan iNews Terpilih Jadi Ketua IJTI Sukabumi Raya
“Dua kali event seperti ini, satu kali event buat kejuaraan. Kejuaraan minimal empat hari atau lima hari,” katanya.
Bagi PERTINA Kota Sukabumi, regenerasi bukan pekerjaan yang bisa selesai dalam waktu singkat. Pembinaan sejak SMP diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk menghadirkan petinju-petinju baru yang mampu bersaing di tingkat provinsi.
Riga menyebut Sukabumi masih memiliki pekerjaan rumah dalam regenerasi peraih medali emas Porprov. Dia mengatakan medali emas terakhir cabang olahraga tinju untuk Sukabumi diraih Veron pada Porprov 2006.
“Karena terakhir ini Sukabumi mendapatkan medali emas di Porprov itu adalah Bung Veron. Itu di tahun 2006, belum ada lagi penggantinya yang mendapatkan medali emas,” ujarnya.
Baca Juga : BPOM Jabar Sidak Gudang Saus di Nagrak Sukabumi, Izin Edar dan Air Tanah Disorot
Karena itu, kepengurusan PERTINA Kota Sukabumi periode 2026-2030 kini dituntut mampu menemukan dan membina bibit-bibit baru secara konsisten.
Harapannya, dari pembinaan yang dimulai sejak bangku SMP tersebut lahir petinju muda yang mampu membawa kembali nama Sukabumi di pentas olahraga Jawa Barat.
“Sukabumi semangat terus, jangan sampai kendor. Pilih atlet-atlet yang berbakat, dan mudah-mudahan ada atlet yang dapat meraih medali emas di Porprov berikutnya,” pungkas Riga.













Respon (1)