Tol Bocimi Kembali Normal! Longsor KM 72 Berhasil Dibersihkan, Lalin Lancar Lagi

Petugas mengevakuasi material longsoran di Tol Bocimi Parungkuda di KM 72 yang menutup akses menuju Ciawi, Rabu (6/5).

METROSUKABUMI.com – Ruas Tol Bocimi yang sempat lumpuh akibat longsor di KM 72 akhirnya kembali beroperasi normal. Jalur arah Parungkuda menuju Jakarta resmi dibuka kembali pada Kamis (7/5/2026) dini hari.

Normalisasi dilakukan setelah petugas gabungan berhasil membersihkan material tanah yang menutup badan jalan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Alhamdulillah, pembersihan material longsor bisa diselesaikan lebih cepat. Saat ini jalur sudah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.

Baca Juga: Exit Tol Parungkuda Ditutup Akibat Longsor KM 72, Arus Dialihkan ke Cicurug: Macet Parah hingga Cigombong

Longsor sendiri terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat lumpuh total. Kendaraan dari arah Parungkuda dialihkan keluar melalui exit tol Cigombong, menyebabkan kemacetan panjang di jalur arteri Sukabumi–Bogor.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memastikan penanganan dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan alat berat di lokasi kejadian.

“Kami langsung turunkan tim dan alat berat agar akses bisa segera dibuka kembali. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Baca Juga: SIMPUL Sukabumi Geruduk BAZNAS, Soroti Mangkraknya RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat

Sedikitnya dua unit excavator, 10 dump truck, dan tiga water tank dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi material longsor.

Proses pembersihan yang berlangsung intensif sejak sore hingga malam hari akhirnya membuahkan hasil. Jalur utama tol kembali bisa dilintasi dalam waktu kurang dari 12 jam.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimbun dalam peristiwa tersebut.

Meski jalur sudah normal, pihak terkait tetap melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi lereng di sekitar lokasi.

“Kami masih lakukan evaluasi dan penguatan lereng untuk mengantisipasi longsor susulan, apalagi cuaca masih ekstrem,” tambah Wilan.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *