KKP Siapkan Budidaya Ikan di 381 Desa Sukabumi, Nelayan Ciwaru Dapat Dukungan Baru

Bupati Sukabumi dan Menteri KKP menghadiri Bulan Bakti KKP 2026 di Kampung Nelayan Merah Putih Ciwaru.
Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menghadiri puncak Bulan Bakti KKP 2026 di Kampung Nelayan Merah Putih Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Rabu (4/11/2026). (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, mulai menunjukkan kontribusinya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Kawasan yang dikelola 416 nelayan dengan dukungan 284 kapal itu mencatat produksi perikanan mencapai 150 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,5 miliar.

Data tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono, dalam puncak Bulan Bakti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2026 di KNMP Ciwaru, Rabu (4/11/2026).

Menurut Pung, KNMP Ciwaru dibangun pada 2025 di atas lahan seluas 2.200 meter persegi. Saat ini, kawasan tersebut telah beroperasi dan dikelola ratusan nelayan setempat.

“KNMP Ciwaru berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi dukungan KKP melalui pembangunan KNMP. Dia menilai keberadaan kawasan tersebut tidak hanya menyediakan fasilitas bagi nelayan, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong produktivitas sektor perikanan.
Meski demikian, Asep berharap dukungan pemerintah pusat tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, peningkatan kapasitas nelayan dan pemenuhan sarana pendukung masih diperlukan agar potensi perikanan di wilayah pesisir selatan Sukabumi bisa berkembang.

“Kami berharap dukungan pemerintah pusat terhadap sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sukabumi terus diperkuat. Sebab, potensi yang ada bisa berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan, pemerintah juga merencanakan pengembangan budidaya ikan air tawar di 381 desa dan lima kelurahan di Kabupaten Sukabumi.

Setiap wilayah direncanakan memiliki fasilitas budidaya dengan kebutuhan lahan sekitar 1.000 meter persegi. Program tersebut menjadi salah satu upaya pengembangan sektor perikanan di luar aktivitas penangkapan ikan di laut.

Selain budidaya, KKP juga akan mendorong modernisasi kapal nelayan serta memetakan kebutuhan masyarakat pesisir. Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian di antaranya ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), pabrik es, mesin kapal, akses pasar, hingga pembangunan pemecah ombak di kawasan Ujung Genteng.

“Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya ketersediaan BBM, pabrik es, mesin kapal, akses pasar, hingga pembangunan pemecah ombak di kawasan Ujung Genteng,” ungkapnya.

Puncak Bulan Bakti KKP 2026 tersebut digelar serentak di 27 lokasi KNMP di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatannya meliputi penyaluran bantuan sembako, asuransi nelayan, bibit ikan, sarana pengolahan hasil perikanan, pelayanan kesehatan, pelatihan nelayan, hingga aksi bersih pantai dan penanaman mangrove.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *