METROSUKABUMI.com – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. RSUD Sekarwangi mulai mengembangkan layanan penanganan penyakit jantung melalui fasilitas Cardiac Catheterization Laboratory (Cath Lab). Layanan ini memungkinkan pasien mendapatkan tindakan pemasangan ring jantuang atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI) tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi angin segar bagi pasien penyakit jantung dan keluarganya. Sebab, selama ini masyarakat yang membutuhkan tindakan tertentu harus mempertimbangkan perjalanan menuju rumah sakit di Bandung, yang membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.
Manfaat layanan tersebut mulai dirasakan keluarga pasien. Yulia (54), salah seorang keluarga pasien yang menjalani pemasangan ring jantung di RSUD Sekarwangi, mengaku bersyukur karena anggota keluarganya kini bisa mendapatkan penanganan lebih dekat.
“Alhamdulillah, kalau kemarin-kemarin kan harus ke Bandung, harus jauh kalau berobat. Sekarang alhamdulillah ada di Rumah Sakit Sekarwangi, jadi sangat membantu. Tidak terlalu jauh, sekarang dekat,” ungkap Yulia.
Dia menceritakan, anggota keluarganya mengalami keluhan nyeri pada dada sebelah kiri disertai sensasi panas sejak sekitar satu bulan sebelumnya. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Sekarwangi, pasien dinyatakan membutuhkan tindakan pemasangan ring jantung.
Yulia mengatakan, tindakan tersebut telah selesai dilakukan. Saat diwawancarai, kondisi pasien dilaporkan stabil dan masih menjalani observasi sebelum dipindahkan ke ruang perawatan.
“Ini adik saya, sudah selesai pasang ring. Sudah stabil katanya, sekarang lagi observasi, menunggu lebih stabil lagi untuk langsung dimasukkan ke ruangan,” jelasnya.
Menurut Yulia, keberadaan layanan Cath Lab di RSUD Sekarwangi sangat membantu keluarganya. Selain mempercepat akses penanganan, mereka tidak perlu menghadapi perjalanan jauh dan risiko kemacetan menuju Bandung.
“Terbantu juga alhamdulillah. Jadi lebih cepat, karena kalau ke Bandung kan perjalanan juga jauh, belum macetnya,” katanya.
Yulia berharap pengembangan fasilitas dan pelayanan di RSUD Sekarwangi terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat mendapatkan manfaat.
“Semoga Rumah Sakit Sekarwangi ini lebih berkembang terus, pelayanannya semakin baik. Pokoknya makin sukses buat semuanya di sini,” harapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Sekarwangi, dr. Asep Suherman, M.Kes., menjelaskan pengembangan Cath Lab merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya penanganan penyakit jantung.
Menurutnya, kebutuhan layanan tersebut cukup tinggi jika melihat data kunjungan pasien. Pada 2025, RSUD Sekarwangi mencatat 91.755 kunjungan rawat jalan. Dari jumlah tersebut, penyakit kardiovaskular atau jantung menempati urutan pertama.
Selain itu, penyakit jantung juga masuk lima besar kasus yang membutuhkan pelayanan rawat inap di rumah sakit tersebut.
RSUD Sekarwangi sendiri merupakan rumah sakit tipe B dengan kapasitas 351 tempat tidur.
“Rumah sakit kami ini merupakan rumah sakit tipe B yang mempunyai 351 tempat tidur. Pada tahun 2025, jumlah kunjungan rawat jalan mencapai 91.755 orang. Dari jumlah tersebut, penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung menempati urutan pertama,” ungkap Asep.
Dia menerangkan, pembangunan ruangan Cath Lab telah dianggarkan oleh pihak rumah sakit pada tahun sebelumnya. Sementara fasilitas Cath Lab diperoleh melalui bantuan Kementerian Kesehatan.
Dalam menyiapkan sumber daya manusia, tata kelola pelayanan hingga operasional, RSUD Sekarwangi juga mendapat pendampingan dari RSUP Hasan Sadikin Bandung.
“Alhamdulillah, Cath Lab-nya diberikan oleh Kementerian Kesehatan. Kemudian untuk mengisi SDM dan bagaimana tata kelola pelayanannya agar bisa beroperasional, kami dibantu oleh RSUP Hasan Sadikin,” jelasnya.
Pelaksanaan tindakan PCI turut melibatkan dokter spesialis, yakni dr. Putiyahya dan dr. Deddy, dengan pendampingan tim RSUP Hasan Sadikin.
Dalam tahap awal tersebut, enam pasien disiapkan untuk menjalani pemasangan ring jantung, ditambah dua pasien cadangan. Direktur RSUD menyebut tiga pasien telah berhasil menjalani tindakan PCI saat keterangannya disampaikan.
Tahapan tersebut merupakan bagian dari proses proctoring atau pendampingan klinis untuk memastikan kesiapan dokter dan rumah sakit sebelum layanan dapat dilaksanakan secara mandiri.
“Kami berharap proses proctoring ini berjalan lancar sehingga nantinya layanan jantung ini bisa segera dilaksanakan secara mandiri,” katanya.
Di sisi lain, Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan apresiasi atas hadirnya layanan penanganan jantung di RSUD Sekarwangi. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.
Bupati menyebut pada pelaksanaan awal terdapat empat pasien yang telah menjalani tindakan, sementara dua pasien lainnya dijadwalkan menyusul.
“Launching pertama untuk operasi jantung, dan alhamdulillah hari ini sudah bisa dilaksanakan dengan cepat. Itu empat pasien, besok dua lagi. Alhamdulillah ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan,” ujar Asep Japar.
Dia berharap masyarakat Kabupaten Sukabumi dapat memanfaatkan fasilitas tersebut sehingga tidak perlu lagi menempuh perjalanan ke Bogor, Bandung, maupun Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang tersedia di RSUD Sekarwangi.
“Sukabumi sudah ramah jantung. Mudah-mudahan masyarakat tidak usah berangkat lagi ke Jakarta atau Bandung. Di sini sudah tersedia. RSUD Sekarwangi sudah siap untuk itu,” tegasnya.
Meski demikian, pengembangan layanan Cath Lab masih membutuhkan sejumlah tahapan, terutama terkait kerja sama dan persetujuan BPJS Kesehatan.
Direktur RSUD Sekarwangi mengungkapkan sekitar 90 persen pasien rumah sakit tersebut masih mengandalkan jaminan kesehatan BPJS. Karena itu, persetujuan kerja sama BPJS menjadi salah satu hal penting agar layanan pemasangan ring jantung dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
“Harapan kami, mudah-mudahan setelah proses proctoring dan penilaian selesai, layanan ini bisa mendapatkan persetujuan kerja sama BPJS Kesehatan. Dengan begitu, masyarakat yang membutuhkan penanganan jantung bisa segera mendapatkan pelayanan,” ungkapnya.
Senada, Bupati Asep Japar mengatakan Pemkab Sukabumi masih mengupayakan agar layanan tersebut dapat terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.
“BPJS belum, ini masih diupayakan. Mudah-mudahan ke depannya bisa lancar,” katanya.
Selain mendukung pengembangan layanan jantung, Bupati juga berharap perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan fasilitas kesehatan di Kabupaten Sukabumi terus berlanjut, termasuk harapan pembangunan rumah sakit baru pada tahun mendatang.
Dengan hadirnya Cath Lab, RSUD Sekarwangi diharapkan mampu memperluas akses penanganan penyakit jantung bagi masyarakat. Namun, penyelesaian tahapan pendampingan klinis, kesiapan pelayanan mandiri, serta kerja sama BPJS Kesehatan menjadi pekerjaan penting agar manfaat fasilitas tersebut dapat dirasakan lebih luas.













Respon (1)