METROSUKABUMI.com – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, semakin meluas. Hingga Minggu (27/9/2026), volume air bersih yang telah didistribusikan kepada warga terdampak kekeringan mencapai 165.000 liter.
Angka tersebut melonjak 43,48 persen dibandingkan distribusi sepanjang Agustus 2026 yang tercatat sebanyak 115.000 liter.
Tak hanya volume air yang meningkat. Jumlah warga terdampak juga terus bertambah. Data Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak mencatat sedikitnya 3.168 kepala keluarga (KK) kini terdampak krisis air bersih.
Baca Juga : Kasus Nizam Masuk Tahap Tuntutan, Kuasa Hukum TR Ungkap Fakta dari 20 Saksi
Jumlah tersebut meningkat sekitar 12,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Petugas P2BK Nagrak, Miky, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan berdasarkan permohonan pemerintah desa serta dukungan dari sejumlah donatur.
“Memang meningkat cukup signifikan dibanding Agustus. Pendistribusian ini kami laksanakan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa setempat serta aadanya dukungan dari para donatur,” ujar Miky, Minggu (27/9).
Baca Juga : Lapas Sukabumi Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Sabu, 12,83 Gram Diamankan
Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran distribusi air bersih meliputi Desa Nagrak Utara, Cisarua, Balekambang hingga Babakan Panjang.
Bahkan, di beberapa titik, kebutuhan air warga cukup tinggi sehingga pendistribusian harus dilakukan berulang kali.
Di antaranya Kampung Nyangegeng, Desa Babakan Panjang, serta Kampung Cicangkore, Desa Cisarua.
Baca Juga : Kekeringan Nagrak Sukabumi Makin Parah, 100 KK Terima 5.000 Liter Air Bersih
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hujan yang mulai turun di sebagian wilayah belum serta-merta mengakhiri persoalan kekeringan.
Miky menyebut, beberapa kawasan seperti Cihanyawar dan Kalaparea memang sudah mulai mendapat hujan lokal dengan intensitas ringan. Namun, kondisi itu belum cukup untuk mengembalikan debit sumber air warga.
“Sebagian wilayah seperti di kaki Gunung Gede Pangrango memang sempat turun gerimis dan hujan tipis. Namun, pasokan air baku belum kembali normal sehingga dropping air bersih masih terus berjalan,” jelasnya.
Baca Juga : BPOM Jabar Sidak Gudang Saus di Nagrak Sukabumi, Izin Edar dan Air Tanah Disorot
P2BK Nagrak bersama BPBD Kabupaten Sukabumi masih melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.
Penyaluran air bersih juga akan terus dilakukan selama masih terdapat permohonan dari wilayah yang mengalami krisis air.
Kondisi ini sekaligus menjadi perhatian karena musim kemarau masih berdampak terhadap sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. Warga yang sumber airnya mengering terpaksa mengandalkan bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.













Respon (1)