Bocah Hilang di Cikembar Ditemukan, Ibu Ungkap Dugaan Dipukul dan Dipaksa Mengamen

Polisi mendampingi anak yang sebelumnya dilaporkan hilang di wilayah Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Polisi mendampingi anak (baju hitam berpose ok) yang sebelumnya dilaporkan hilang di wilayah Cikembar, Kabupaten Sukabumi. (Foto : Dok. Polsek Cikembar)

METROSUKABUMI.com – Anak laki-laki berusia 8 tahun yang sempat dilaporkan hilang di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, akhirnya ditemukan dan kembali ke rumah orang tuanya. Namun, di balik kepulangannya, muncul dugaan kekerasan yang disampaikan oleh ibu korban.

Ida Nurhayati, mengungkapkan dugaan bahwa anaknya dibawa seseorang, mengalami pemukulan, dan dipaksa mengamen selama dua hari tanpa diberi makan.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena berbeda dengan kronologi awal yang disampaikan pihak kepolisian. Dugaan kekerasan itu masih memerlukan klarifikasi dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apa yang sebenarnya dialami anak tersebut.

“Di culik pengamen. Raden itu dipukulin, disuruh ngambil. Selama dua hari enggak dikasih makan, disuruh ngamen sama penculik itu,” Ungkap Ida selalu ibu korban.

Baca Juga : Sabtu Pergi Beli Tahu Krispi, Anak 8 Tahun di Cikembar Belum Kembali hingga Senin

Sementara itu, Kapolsek Cikembar IPTU Yadi Suryadi menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan awal anak tersebut, ia diajak seorang anak laki-laki yang diperkirakan berusia sekitar 11 tahun untuk mencari barang bekas atau rongsokan pada Sabtu (24/10/2026).

Setelah itu, anak tersebut ditinggalkan di wilayah Cikembang, Kecamatan Cikembar.

“Menurut keterangan dari korban tersebut, pada hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2026, pada waktu itu diajak oleh seorang laki-laki kurang lebih umur 11 tahun untuk mencari barang bekas (rongsok). Setelah itu, korban ditinggalkan di daerah Cikembang oleh seorang anak laki-laki tersebut,” ujar Yadi, pada metrosukabumi.com.

Keberadaan anak tersebut akhirnya diketahui oleh seorang tetangga yang tinggal di lingkungan tempat kontrakan orang tuanya.

Baca Juga : Kecelakaan di Turunan Cisarakan Sukabumi, Truk Boks Ringsek dan Dua Orang Luka

Menurut keterangan Kapolsek, tetangga itu sedang dalam perjalanan menuju Cibadak ketika melihat anak tersebut berjalan di wilayah Cikembang.

Anak itu kemudian berhasil kembali ke rumah orang tuanya. Pihak kepolisian memastikan kondisinya sehat secara jasmani dan rohani.

“Anak sudah kembali berada di rumah orang tuanya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani,” kata Yadi.

Munculnya keterangan ibu korban mengenai dugaan pemukulan dan pemaksaan mengamen perlu ditindaklanjuti untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.

Klarifikasi diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat unsur tindak pidana, siapa saja pihak yang terlibat, serta apakah anak mengalami kekerasan selama berada di luar rumah.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan medis, laporan khusus terkait dugaan kekerasan, maupun perkembangan penyelidikan atas pengakuan keluarga tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *